Nakhoda Jadi Tersangka, Manajemen KM Virgo Buka Suara

  • 01 Okt 2026 21:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Manajemen PT Virgo Karya Shipping akhirnya buka suara menanggapi jalannya proses hukum atas insiden kecelakaan maut KM Virgo Transport 8. Hal ini menyusul penetapan Nakhoda kapal berinisial AY sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Juru Bicara PT VKS, Simson Rihi, membenarkan bahwa Nakhoda saat ini telah ditahan di Rutan Polda Kalimantan Selatan untuk proses hukum lebih lanjut. Ia menegaskan pihak manajemen akan bersikap kooperatif selama proses penanganan perkara berlangsung.

"Dalam hal ini nakhoda sudah diamankan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak Polairud untuk menyampaikan hal-hal apa yang bisa membantu untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya kepada awak media, Kamis, 1 Oktober 2026.

Selama proses penanganan perkara, Simson menyebut pihak manajemen hingga Anak Buah Kapal (ABK) telah menjalani pemeriksaan intensif. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada aparat kepolisian.

"Manajemen Virgo sudah meminta pendampingan dari penasihat hukum kami. Setiap tahapan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang dilakukan terhadap siapa pun itu selalu ada pendampingan," katanya menegaskan.

Sejauh ini, sekitar 11 hingga 12 orang dari pihak manajemen dan ABK telah menjalani pemeriksaan. Nakhoda dan ABK menjalani pemeriksaan di Banjarmasin, sementara pihak manajemen yang diperiksa merupakan perwakilan dari kantor cabang di Kota Surabaya.

Sebelum penetapan tersangka terhadap nakhoda, penanganan perkara insiden KM Virgo Transport 8 sempat dilakukan oleh Polda Kalimantan Selatan. Namun, penanganan perkara akhirnya diambil alih oleh Ditpolairud Baharkam Polri.

Insiden KM Virgo Transport 8 terjadi saat kapal tengah berlayar dari rute Surabaya menuju Banjarmasin. Dalam pelayarannya, kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026 lalu.

Hingga Kamis, 1 Oktober 2026, dari total 243 penumpang yang terdaftar dalam manifes, sebanyak 186 orang telah dievakuasi dengan rincian 108 korban selamat dan 78 meninggal dunia. Sementara itu, 57 korban lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....