Menhut Raja Juli Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalsel
- 23 Agt 2026 15:49 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni memantau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam kunjungannya, Menhut meninjau langsung titik api di kawasan Jalan Berdikari, Perumahan Aero Sinergia, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
Menhut menyampaikan, berdasarkan data SiPongi, jumlah titik api di Kalsel sempat mencapai 157 titik pada Jumat, 21 Agustus, lalu merosot hingga 11 titik pada Sabtu malam, 22 Agustus sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, pemantauan pada Minggu, 23 Agustus sekitar pukul 06.00 WITA menunjukkan titik api kembali melonjak menjadi 44 titik yang tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.
"Tadi saya melihat di Penggalaman, api sudah padam, tapi dari bawah masih ada asap. Karena ini memang gambut, sehingga asapnya memang lebih banyak," ucap Raja Juli saat meninjau langsung titik api.
Ia menyebut kondisi lahan dengan karakteristik gambut tersebut masih berpotensi besar memicu kebakaran susulan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan dalam upaya pemadaman di lapangan.
Menhut menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh kementerian hingga pemerintah daerah untuk bersinergi. Salah satu langkah cepat yang diambil adalah penambahan satu unit helikopter water bombing yang ditarik dari Riau ke Kalsel.
"Seperti yang diperintahkan Pak Presiden kita semua diminta untuk bergotong-royong bersama. Karena sungguh tidak mudah untuk memadamkan api ini," katanya menambahkan.
Menurut Raja Juli, penurunan jumlah titik api sebelumnya merupakan hasil operasi gabungan melalui pengerahan pasukan darat dan dukungan operasi udara. Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, hingga BNPB dikerahkan secara intensif untuk melakukan pemadaman.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut, menurutnya sangat memberatkan petugas di lapangan yang setiap hari berjibaku memadamkan api.
"Mohon kepada masyarakat yang masih memiliki tradisi untuk melakukan land clearing dengan cara membakar agar bisa berhenti. Jangan melakukan hal itu lagi," ucapnya tegas.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan bencana lingkungan ini. Menurutnya, keberhasilan penanganan hanya dapat dilakukan melalui langkah kolaboratif.
"Pada saat ini kita harus mengesampingkan egosektoral. Ini adalah karhutla yang memang kita benar-banar harus bergotong-royong, berkolaborasi, dan bersama-sama menghadapinya," ujarnya.
Sementara itu, merespons meluasnya ancaman karhutla, sebanyak tujuh kabupaten/kota di Kalsel kini telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Daerah tersebut meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), dan Tanah Bumbu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....