Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Liang Anggang Banjarbaru
- 18 Agt 2026 18:28 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Selasa sore 18 Agustus 2026.
- Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Posko Karhutla dan langsung terlibat dalam upaya pemadaman api.
- Kepala BPBD Kalimantan Selatan Rony Eka Saputra bergabung bersama Hanif dan petugas Satgas Karhutla untuk memadamkan kobaran api di lokasi kebakaran.
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Desa Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa sore, 18 Agustus 2026. Kobaran api menjadi perhatian serius Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, saat melakukan kunjungan kerja ke Posko Karhutla di kawasan tersebut.
Tidak berpikir lama, Hanif bersama Kepala BPBD Kalsel Rony Eka Saputra langsung terjun membantu memadamkan kobaran api. Keduanya bergabung bersama jajaran petugas Satgas Karhutla yang melakukan upaya pemadaman di lokasi.

Di sela upaya pemadaman, Hanif mengatakan karhutla tidak dapat ditangani oleh satu pihak, khususnya pemerintah. Menurutnya, penanganan karhutla harus melibatkan seluruh unsur, termasuk partisipasi masyarakat.
“Wilayah di sini daerahnya rawan. Pemprov Kalsel harus menambah akselerasi dalam upaya pemadaman yang sudah dilakukan selama ini,” katanya. “Di antaranya penggerakan masyarakat, seperti BPK swadaya, unit usaha, kemudian dari semua aparatur sipil negara di Pemprov Kalsel.”

Hanif menegaskan, karhutla sekecil apa pun tidak boleh dianggap sepele. Pemprov Kalsel diminta mengoptimalkan kolaborasi seluruh kekuatan yang tersedia untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel Rony Eka Saputra mengaku bersyukur mendapat dukungan langsung dari Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Ia menyebut bantuan dari pihak swasta segera dikerahkan untuk mendukung pemadaman karhutla.

“Mulai besok, kami akan bagi wilayah untuk pemadaman. Kami mendapat bantuan dari pihak swasta, perusahaan untuk pemadaman,” ucapnya.
Berdasarkan data BPBD Kalsel per Agustus 2026, luas lahan dan hutan yang terdampak karhutla di Kalimantan Selatan mencapai sekitar 3.387 hingga 3.500 hektare. Kebakaran tersebut tercatat dalam lebih dari 1.051 kejadian yang dipicu oleh puncak musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....