Wamenko Pangan Kebut Penanganan Karhutla Banjarbaru, Dua Minggu selesai

  • 24 Agt 2026 11:47 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus dipercepat pemerintah. Upaya ini dilakukan menyusul kekhawatiran berkurangnya ketersediaan air untuk mendukung proses pemadaman, seiring kondisi El Nino.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan penanganan karhutla di Banjarbaru harus segera dituntaskan, terutama di kawasan lahan gambut yang membutuhkan pasokan air cukup untuk proses pembasahan. Hanif menargetkan karhutla di wilayah Banjarbaru dapat ditangani dalam waktu sekitar dua pekan ke depan.

"Ini harus selesai secepatnya karena logistik air semakin berkurang. Logistik uangnya ada tapi logistik air gak ada akan susah kita tanggulangi," ujar Hanif usai memimpin apel penanganan karhutla di Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin 24 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi El Nino turut memengaruhi menurunnya debit air di sejumlah wilayah. Bahkan, Bendungan Riam Kanan yang selama ini menjadi salah satu sumber air juga mengalami penurunan debit.

Karena itu, pemerintah meminta seluruh sumber air yang masih tersedia dimaksimalkan untuk membasahi lahan gambut yang terbakar sebelum kondisi El Nino mencapai puncaknya. "Kita sangat berharap ini bisa kita selesaikan, mudah-mudahan dua minggu mengingat keterbatasan logistik air," katanya.

Selain mempercepat pemadaman, Hanif juga meminta peningkatan patroli di kawasan yang rawan terjadi pembakaran lahan. Ia menyebut, berdasarkan laporan yang diterima, sebagian besar kejadian karhutla di Banjarbaru dipicu aktivitas manusia.

"Jadi ini pemicunya adalah iklim dan penyebabnya adalah manusia. Ini yang harus kita cegah dengan meningkatkan patroli," ujarnya.

Pemerintah berharap percepatan penanganan dan penguatan pencegahan dapat menekan meluasnya karhutla di Banjarbaru. Sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan dan kabut asap yang berpotensi meningkat saat puncak El Nino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....