Wamenko Pangan Luncurkan Pemuda Merdeka Sampah di ULM Banjarmasin
- 18 Agt 2026 14:23 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - World Cleanup Day Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi meluncurkan kampanye “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”. Bertempat di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Selasa 18 Agustus 2026.
Kampanye yang berlangsung 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Cleanup Day yang diperingati setiap 20 September..Peluncuran dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, Rektor ULM Ahmad Alim Bachri, dan Leader Nasional World Cleanup Day Indonesia, Andy Bahari. Ketiganya secara simbolis membuka kampanye yang mengusung semangat kemerdekaan dari sampah.
Kampanye tersebut menyasar pemuda dan pemudi di seluruh Indonesia untuk menjadi penggerak aksi kebersihan sekaligus perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. Melalui tagar #kami13juta, jutaan anak muda dari Sabang hingga Merauke diajak terlibat dalam aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan, sungai, hingga kawasan pesisir.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan sampah yang sudah terlihat. Perubahan budaya dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya harus dibangun secara bersama-sama.
“Tidak hanya menyelesaikan sampah yang kelihatan mata. Namun, bagaimana budaya mengelola sampah harus kita bangun. Ini harus kita kembangkan dan sebar ke seluruh Indonesia,” ujar Hanif.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi penting karena perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah membutuhkan gerakan yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat secara luas. Sementara itu, Rektor ULM Ahmad Alim Bachri menyambut positif peluncuran kampanye tersebut. ULM yang ditunjuk sebagai salah satu percontohan pengelolaan sampah secara mandiri akan segera membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang fokus pada kepedulian terhadap sampah.
“Terima kasih atas dukungan Pak Wamenko Pangan. Kami segera membentuk unit kegiatan mahasiswa peduli sampah dalam waktu dekat sebagai bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi,” katanya.


Kampanye ini juga mendapat dukungan dari RiveCaReGeneration, gerakan pemulihan sungai dan kawasan perairan, serta ATNESA atau Pemuda Tani Nelayan Pedesaan yang berfokus pada pemberdayaan pemuda di sektor pertanian dan perikanan pedesaan. Kolaborasi tersebut memperkuat pendekatan pentahelix, dengan melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas pemuda, serta organisasi pegiat lingkungan dan masyarakat pesisir.
Selama kampanye berlangsung, berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari aksi bersih-bersih, edukasi pemilahan sampah, hingga pelibatan komunitas pemuda di berbagai daerah. Puncak kegiatan akan berlangsung menjelang peringatan World Cleanup Day pada 20 September 2026. Kampanye kemudian ditutup pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.
Penyelenggara berharap gerakan ini tidak berhenti pada aksi bersih-bersih. Tetapi mampu membentuk kebiasaan baru generasi muda dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Dengan demikian, semangat Indonesia merdeka dari sampah diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas pemuda, dan pegiat lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....