Banjarbaru Dikepung Kabut Asap Karhutla Kategori Bahaya

  • 20 Jul 2026 10:15 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Kualitas udara di Kota Banjarbaru memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus (PM2.5) mencapai 497 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Senin pagi 20 Juli pukul 06.00 WITA. Angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya dan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.

Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah di Banjarbaru sejak pagi hari terutama wilayah kawasan Bandara Internasional Syamsuddin Noor. Dari pantauan jarak pandang menurun dan aroma asap menyengat mulai dirasakan warga, terutama di kawasan Landasan Ulin dan Trikora.

Salah seorang warga Landasan Ulin, Nia, mengaku kondisi kabut asap pagi seni sangat tebal "Pagi ini kabutnya tebal sekali, napas jadi terasa sesak," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Yeyet, warga Trikora. Ia mengatakan asap yang menyelimuti wilayahnya sangat pekat dan berbau menyengat. Kondisi tersebut membuat warga khawatir terhadap dampak kesehatan, terutama risiko terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan pernapasan lainnya jika paparan asap terus berlangsung.

"Kabut asap pagi ini bau banget, terasa tidak nyaman saat bernapas," katanya.

Untuk diketahui PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Karena ukurannya yang sangat halus, partikel ini dapat masuk hingga ke paru-paru bahkan aliran darah, sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung.

Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya. Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, disarankan menggunakan masker respirator seperti N95, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi paparan asap hingga kualitas udara kembali membaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....