Lagu Daerah Perkuat Identitas Budaya
- 11 Mar 2025 04:27 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Lagu daerah memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya. Karenanya diharapkan para musisi, khususnya generasi muda, didorong untuk terus menggali inspirasi dari kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai budaya setempat dalam menciptakan lagu.
"Musik daerah adalah bagian dari jati diri kita. Jika tidak terus diciptakan dan dinyanyikan, lama-lama bisa hilang,” kata Dra. Hj. Fatimah Adam, M.Pd, seorang pencipta lagu sekaligus Ketua Bidang Organisasi PAPPRI Kalimantan Selatan, dalam perbincangan, menyambut Hari Musik Nasonal 2025, di Pro 4 RRI Banjarmasin, Minggu (9/3/2025).
Sebagai bentuk pembuktian spontanitas dan kreativitas, Bunda Fatimah memenuhi tantangan host untuk menciptakan lagu berjudul Dingsanak Kada Sadarah. Tanpa ragu, ia langsung merangkai lirik dan melodi, membuktikan bahwa inspirasi bisa datang kapan saja jika hati sudah terbiasa dengan proses kreatif.
| Baca juga: ASN di Kalsel Dihimbau Hemat Energi |
“Membuat lagu itu bukan soal rumit atau tidak, tapi bagaimana kita meresapi kehidupan dan menuangkannya dalam melodi,” katanya dengan gaya santainya.
Dalam dialog menyoroti pentingnya kreativitas penciptaan lagu daerah agar tetap relevan di era modern, juga dibahas tantangan yang dihadapi musisi daerah. Tantangan itu, seperti minimnya dukungan finansial dan kurangnya ruang untuk menampilkan karya-karya berbahasa daerah.
"Kami berharap ada lebih banyak wadah bagi pencipta lagu daerah agar karyanya bisa dikenal luas. Kalau bukan kita yang menjaga dan mengembangkan lagu daerah, siapa lagi,” ucapnya, penuh harap.
Kemajuan teknologi juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam dialog ini. Bunda Fatimah menegaskan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang membantu proses penciptaan lagu, mulai dari perekaman hingga distribusi.
“Gunakan teknologi tanpa malu untuk menunjang membuat lagu, yang penting hati nurani yang berbicara dalam menciptakan sebuah karya. Tapi AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan) belum bisa berbahasa Banjar, jadi kita masih menang,” ujarnya, sambil berkelakar yang disambut tawa di studio.
Jadi artinya, keunikan bahasa dan budaya tetap menjadi kekuatan utama musisi daerah. Untuk itu bagi generasi muda diajak untuk terus berkarya dan menjaga eksistensi lagu daerah.
"Dengan adanya kreativitas, dukungan komunitas, dan pemanfaatan teknologi secara bijak, musik daerah diharapkan tetap berkembang. Karena ini akan menjadi bagian dari warisan budaya yang hidup hingga masa depan," ucap bunda Fatimah mengakhiri perbincangan memperingati Hari Musik Nasional 2025 di Pro 4 RRI Banjarmasin..
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....