Cita Rasa Banua di Warung Mama Bibul

  • 18 Okt 2025 11:52 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Martapura: Kabupaten Banjar bukan hanya dikenal karena keindahan alamnya yang asri dan aliran Sungai Martapura yang menyejukkan mata, tetapi juga karena kekayaan cita rasa kuliner yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.

Salah satu yang paling dicari adalah kuliner khas Banjar yang tersaji hangat setiap Sabtu pagi di warung Mama Bibul, Pasar Sungai Tabuk, Kab. Banjar.

Warung sederhana beratap seng itu tampak hidup sejak fajar menyingsing. Aroma santan, rempah menguar di udara, berpadu dengan riuh pasar yang mulai menggeliat.

Di sanalah Mama Bibul, dengan senyum ramah dan tangan terampilnya, menyajikan Ketupat Kandangan dan Soto Banjar yang telah melegenda di kalangan pengunjung setia.

“Ulun jualan hanya setiap hari Sabtu, mulai subuh sampai jam dua belas siang, pas hari pasar aja. Lauknya ulun pakai ikan gabus, bukan toman. Ikan gabus lebih gurih, dagingnya padat dan tidak amis.” ujar mama Bibul sambil menuangkan kuah santan kental diatas ketupat.

Ketupat Kandangan buatan Mama Bibul memang istimewa. Kuah santannya kaya rasa, berpadu sempurna dengan potongan ikan gabus panggang yang harum. Tambahan telur ikan gabus membuat cita rasanya semakin khas dan sulit dilupakan.

Bukan hanya lidah yang dimanjakan, tetapi juga hati yang dibuat hangat oleh suasana kebersamaan di warung kecil itu. Seorang pengunjung, Fauzi, yang datang dari Banjarmasin, mengaku selalu menyempatkan diri mampir setiap Sabtu.

“Enak banget, kuahnya gurih dan lauk telur ikannya itu yang bikin beda,” ujarnya sambil tersenyum puas.

Sementara itu, Hamidah, pengunjung lainnya, punya alasan tersendiri mengapa selalu kembali ke Warung Mama Bibul.

“Yang paling menggoda itu aroma kuah Soto Banjarnya, ditambah sambal jeruknya yang segar, bikin lapar lagi,” ujarnya sembari tertawa kecil.

Tak hanya Ketupat Kandangan, Soto Banjar buatan Mama Bibul juga menjadi favorit. Kuahnya bening kekuningan, berpadu dengan suwiran ayam kampung, bihun, dan perkedel kentang yang lembut. Saat disajikan dengan perasan jeruk limau dan taburan bawang goreng, rasanya benar-benar menggugah selera.

Warung Mama Bibul bukan sekadar tempat makan, ia adalah potret kecil dari kehidupan pasar Sungai Tabuk yang hangat dan bersahaja. Tempat di mana kuliner bukan hanya soal rasa, tapi juga soal cerita, pertemuan, dan kenangan.

Di tengah hiruk-pikuk pasar, denting sendok, dan tawa pelanggan yang bersahutan, Warung Mama Bibul berdiri sebagai saksi bahwa cinta terhadap cita rasa Banua tetap hidup, dalam setiap suapan Ketupat Kandangan san setiap hirupan Soto Banjar yang penuh keikhlasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....