Keuangan Digital Harus Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat
- 01 Agt 2026 09:26 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Inovasi keuangan digital harus memberi manfaat dan mencegah mudarat
- Islam mendukung teknologi selama tidak bertentangan dengan syariat
- Masyarakat perlu menjadi pengguna layanan keuangan digital yang cerdas
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Inovasi keuangan digital perlu diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menawarkan kemudahan transaksi. Prinsip tersebut dinilai penting agar perkembangan teknologi tetap sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam dan mendukung kesejahteraan umat.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari, Elida Mahriani, S.E.I., M.M., dalam dialog Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 1 Agustus 2026. Menurutnya, perkembangan mobile banking, dompet digital, QRIS, hingga investasi daring perlu diimbangi dengan pemahaman agar setiap inovasi membawa keberkahan dan tidak menimbulkan kerugian.
“Islam pada dasarnya tidak menolak perkembangan teknologi, termasuk di bidang keuangan. Hukum asal muamalah adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya dan selama inovasi itu benar-benar membawa maslahat,” ujar Elida Mahriani.
Ia menjelaskan, prinsip maslahat dalam Islam bertujuan menjaga lima kebutuhan dasar manusia, yakni agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Karena itu, setiap produk keuangan digital diharapkan mampu melindungi hak masyarakat sekaligus memberikan kemudahan dalam aktivitas ekonomi maupun ibadah.
“Teknologi keuangan akan bernilai maslahat apabila mampu menjaga harta masyarakat dari penipuan, memudahkan transaksi, termasuk pembayaran zakat dan sedekah, serta menghadirkan sistem yang adil dan transparan,” katanya.
Elida menambahkan, kemudahan transaksi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah inovasi digital. Produk keuangan juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadis, serta mampu meminimalkan berbagai risiko ekonomi.
“Sebagai umat Muslim, kita harus menjadi pengguna teknologi yang cerdas. Gunakan layanan keuangan digital untuk memperkuat ekonomi, mempermudah ibadah, dan mencari nafkah yang halal, bukan untuk perilaku konsumtif yang berlebihan,” ujar Elida.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....