Tips Lindungi Diri dari Kabut Asap Karhutla

  • 02 Sep 2026 14:27 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengandung particulate matter (PM-10) yang dapat menembus saluran pernapasan dalam dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
  • Paparan asap tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat dan aktivitas penerbangan, tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan respirasi penduduk.
  • Particulate matter (PM-10) merupakan partikel padat atau cair di udara yang berukuran kecil sehingga paparan dapat mencapai saluran pernapasan yang lebih dalam.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat dan aktivitas penerbangan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan. Paparan asap mengandung particulate matter (PM-10) yang dapat masuk lebih jauh ke dalam saluran pernapasan.

Dilansir dari ayosehat.kemkes.go.id, particulate matter merupakan partikel padat atau cair yang terdapat di udara. PM-10 berukuran kecil sehingga paparannya dapat mencapai bagian saluran pernapasan yang lebih dalam dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama terpapar kabut asap, masyarakat dianjurkan mengonsumsi air putih lebih banyak dan lebih sering. Asupan cairan yang cukup dapat membantu mencegah dehidrasi serta menjaga tubuh tetap bugar.

Paparan kabut asap juga lebih berisiko bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru-paru dan jantung. Penderita asma maupun penyakit paru kronis dapat mengalami keluhan seperti mudah lelah dan kesulitan bernapas ketika terpapar asap.

Masyarakat dengan gangguan jantung atau pernapasan dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk. Apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel dari udara.

Kebersihan makanan dan minuman juga perlu diperhatikan selama terjadi kabut asap. Buah dan sayuran sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum diolah atau dikonsumsi, sedangkan makanan dan minuman perlu disimpan dalam wadah yang terlindungi dari paparan asap.

Penderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan perlu mendapatkan perlindungan tambahan sesuai kondisi kesehatan masing-masing. Mereka juga dianjurkan berkonsultasi dengan dokter dan segera memeriksakan diri apabila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lainnya.

Selain itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu dilakukan secara lebih disiplin. Upaya tersebut meliputi mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan tidak merokok.

Masyarakat juga disarankan mencegah polusi udara dari luar masuk ke rumah, sekolah, kantor, maupun ruang tertutup lainnya. Penampungan air minum dan makanan perlu ditutup dengan baik agar terlindungi dari paparan asap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....