Diabetes Mengintai Generasi Muda, Kenali Faktor Risikonya
- 10 Sep 2026 15:07 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Diabetes kini bukan hanya penyakit usia lanjut tetapi juga mengancam kelompok usia muda, anak-anak, dan remaja di Indonesia.
- Faktor utama peningkatan risiko diabetes pada generasi muda meliputi perubahan pola makan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, malnutrisi sejak lahir, dan faktor genetik.
- Gaya hidup modern yang menyebabkan gangguan metabolisme menjadi pemicu penting diabetes pada anak, remaja, dan dewasa muda.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Diabetes yang selama ini kerap dikaitkan dengan usia lanjut kini juga menjadi perhatian pada kelompok usia muda. Perubahan pola makan, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, faktor genetik, dan masalah gizi menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes.
Dilansir dari ayosehat.kemkes.go.id, diabetes pada generasi muda dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain malnutrisi sejak lahir, pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, obesitas, faktor genetik, serta perubahan gaya hidup modern. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme dan diabetes pada anak, remaja, hingga dewasa muda.
Pola makan tidak seimbang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Konsumsi makanan manis dan makanan olahan serta rendahnya asupan serat dapat meningkatkan risiko diabetes, terutama jika tidak diimbangi dengan pola hidup aktif.
Kurangnya aktivitas fisik juga dapat memengaruhi sensitivitas tubuh terhadap insulin. Kebiasaan hidup sedentari dan minim bergerak turut meningkatkan risiko diabetes pada kelompok usia muda.
Obesitas menjadi faktor lain yang berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes. Kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di sekitar perut, dapat meningkatkan risiko diabetes pada anak dan remaja, meskipun diabetes tidak selalu dialami oleh orang dengan obesitas.
Riwayat keluarga juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami diabetes. Faktor genetik dapat berperan bersama pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi lingkungan dalam memengaruhi risiko penyakit tersebut.
| Baca juga: Tips Lindungi Diri dari Kabut Asap Karhutla |
Masalah gizi sejak lahir juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Malnutrisi dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme dan meningkatkan risiko diabetes pada kemudian hari.
Perubahan gaya hidup modern turut menjadi perhatian, terutama pola makan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, serta paparan stres yang berkepanjangan. Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes pada generasi muda.
Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat. Konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik secara teratur, serta menjaga berat badan dapat membantu mengurangi risiko diabetes pada usia muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....