Mencuci Telur sebelum Disimpan ternyata Tidak Dianjurkan, Ini Alasanya
- 26 Jul 2026 12:56 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebiasaan mencuci telur sebelum disimpan di dalam kulkas masih sering dilakukan masyarakat karena dianggap lebih bersih. Namun, para ahli keamanan pangan justru menyarankan agar telur tidak dicuci sebelum disimpan. Pasalnya, kebiasaan tersebut dapat merusak lapisan pelindung alami pada cangkang telur sehingga meningkatkan risiko masuknya bakteri ke dalam telur.
Melalui laman Ayosehat.Kemkes.go.id dijelaskan cangkang telur memiliki lapisan tipis yang disebut kutikula atau bloom, yang berfungsi sebagai pelindung alami. Lapisan ini membantu menutup pori-pori cangkang sehingga bakteri dan mikroorganisme tidak mudah masuk ke bagian dalam telur. Ketika telur dicuci menggunakan air, terutama sebelum disimpan, lapisan kutikula dapat rusak atau hilang sehingga perlindungan alami telur berkurang.
Selain menghilangkan lapisan pelindung, pencucian juga dapat membuka pori-pori cangkang. Kondisi tersebut memungkinkan bakteri, termasuk Salmonella, masuk ke dalam telur, terutama apabila air yang digunakan kurang bersih atau terjadi perubahan suhu yang mendorong bakteri masuk melalui pori-pori cangkang. Risiko ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit bawaan pangan apabila telur tidak diolah dengan benar.
Sejumlah pakar keamanan pangan menyarankan agar telur disimpan dalam keadaan apa adanya setelah dibeli. Bila terdapat sedikit kotoran pada cangkang, cukup dibersihkan menggunakan kain atau tisu kering. Telur baru dianjurkan dicuci menggunakan air bersih sesaat sebelum dimasak, baik untuk direbus, digoreng, maupun diolah menjadi berbagai hidangan lainnya.
Selain tidak mencuci telur sebelum disimpan, penyimpanan juga perlu diperhatikan. Telur sebaiknya segera dimasukkan ke dalam kulkas dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah, disimpan dalam wadah atau kemasan aslinya, serta dijauhkan dari bahan makanan mentah lainnya untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.
Kementerian Kesehatan RI melalui berbagai edukasi mengenai keamanan pangan mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk mengolah bahan pangan secara higienis.
Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang telur mentah serta memastikan telur dimasak hingga matang merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui makanan. Informasi mengenai keamanan pangan dan PHBS dapat diakses melalui portal Kementerian Kesehatan RI dan Ayo Sehat Kemenkes.
Dengan memahami cara penyimpanan dan pengolahan telur yang benar, masyarakat dapat menjaga kualitas telur tetap segar lebih lama sekaligus meminimalkan risiko kontaminasi bakteri. Kebiasaan sederhana seperti tidak mencuci telur sebelum disimpan, menyimpannya pada suhu yang tepat, dan memasaknya hingga matang dapat menjadi langkah efektif untuk menjaga keamanan pangan di rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....