Tidur Pekan Tak Selalu Pulihkan Kurang Tidur

  • 24 Feb 2026 22:05 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebiasaan tidur lebih lama di akhir pekan setelah kurang tidur selama hari kerja kerap dianggap dapat memulihkan kondisi tubuh. Cara ini sering dianggap sebagai solusi cepat untuk mengganti waktu istirahat yang kurang. Namun, kebiasaan tersebut ternyata tidak sepenuhnya mampu memulihkan kondisi tubuh.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui ayosehat.kemkes.go.id, tidur panjang pada Sabtu dan Minggu memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk dan lelah, tetapi tidak selalu mengembalikan fungsi biologis yang terganggu selama beberapa hari sebelumnya.

Tubuh pada dasarnya membutuhkan pola tidur dan bangun yang konsisten agar ritme sirkadian tetap terjaga. Jika perbedaan waktu tidur antara hari kerja dan akhir pekan terlalu jauh, kondisi ini bisa memicu gangguan ritme tubuh yang mirip jet lag, sehingga kerja hormon menjadi tidak selaras.

Kurang tidur yang terjadi berulang kali juga tidak bisa dipulihkan hanya dengan satu atau dua malam tidur panjang. Dampaknya dapat berupa peningkatan peradangan ringan, gangguan pengaturan gula darah, hingga perubahan sinyal lapar dan kenyang. Proses pemulihan ini umumnya memerlukan pola tidur stabil dalam beberapa hari bahkan minggu.

Selain itu, kebiasaan begadang sering kali memunculkan tanda-tanda ringan yang kerap diabaikan, seperti mudah lupa, cepat lelah, emosi lebih sensitif, sampai menurunnya daya tahan tubuh.

Karena itu, menjaga jadwal tidur yang relatif sama setiap hari dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan. Cara yang dianjurkan adalah mengurangi “utang tidur” sejak awal, mempertahankan jam bangun yang konsisten, serta menambah waktu tidur secara bertahap dan terencana bila diperlukan.

Istirahat yang cukup dan teratur tetap menjadi fondasi utama agar fungsi tubuh dapat bekerja optimal secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....