Benarkah 13 Novemer 2026 Dunia Akan Berakhir? Ini Faktanya
- 28 Agt 2026 13:22 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tanggal 13 November 2026 kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan dikaitkan dengan istilah “hari kiamat”. Klaim tersebut merujuk pada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pada 1960 dengan judul “Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026”, yang ditulis Heinz von Foerster bersama Patricia M. Mora dan Lawrence W. Amiot.
Mengutip dari Studia Politologiczne dijelaskan bahwa penelitian tersebut memang menghasilkan tanggal 13 November 2026, tetapi konteksnya sering disalahartikan. Para peneliti menggunakan model matematika untuk mengekstrapolasi pola pertumbuhan populasi manusia berdasarkan data historis yang tersedia saat itu, sehingga hasil perhitungannya menunjukkan populasi secara matematis akan menuju nilai tak terhingga pada tanggal tersebut jika pola pertumbuhan terus berlangsung dengan cara yang sama.
Foerster menyatakan penelitian itu bukan ramalan bahwa Bumi akan kiamat pada 13 November 2026. Tanggal tersebut merupakan titik yang dalam matematika disebut sebagai singularity, yaitu kondisi ketika model yang digunakan menghasilkan nilai yang menuju tak terhingga. Karena itu, hasil penelitian harus dibaca sebagai konsekuensi dari suatu model dan asumsi tertentu, bukan sebagai kepastian mengenai masa depan umat manusia.
Model tersebut dibuat berdasarkan kondisi pertumbuhan penduduk pada masa penelitian. Masalahnya, pertumbuhan penduduk tidak berlangsung dengan pola yang sama selamanya karena dipengaruhi banyak faktor, antara lain tingkat kelahiran, kematian, kesehatan, ekonomi, pendidikan, migrasi, kebijakan pemerintah dan perubahan sosial. .
Perkembangan demografi dunia saat ini juga menunjukkan pola yang berbeda dari asumsi sederhana tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB melalui World Population Prospects 2024 memperkirakan jumlah penduduk dunia yang sekitar 8,2 miliar pada 2024 masih akan bertambah, tetapi mencapai puncak sekitar 10,3 miliar pada pertengahan 2080-an, kemudian perlahan menurun menjadi sekitar 10,2 miliar pada akhir abad ini.
Perubahan tersebut antara lain berkaitan dengan penurunan tingkat kesuburan atau fertility rate di berbagai negara. PBB mencatat tingkat kesuburan global berada sekitar 2,3 kelahiran per perempuan pada 2024, sementara lebih dari separuh negara dan wilayah di dunia sudah memiliki tingkat kesuburan di bawah 2,1 yang merupakan angka penggantian penduduk dalam jangka panjang tanpa memperhitungkan migrasi.
Karena itu, masyarakat tidak perlu panik menghadapi tanggal 13 November 2026. Tidak ada dasar ilmiah yang menunjukkan bahwa pada tanggal tersebut manusia akan musnah, Bumi akan berakhir, atau kiamat akan terjadi; yang ada adalah hasil perhitungan matematika dari penelitian tahun 1960 yang menggunakan asumsi pertumbuhan penduduk tertentu.
Fenomena ini justru menjadi pengingat pentingnya memahami informasi ilmiah sebelum membagikannya di media sosial. Penelitian aslinya benar-benar ada, tetapi kesimpulan bahwa penelitian tersebut meramalkan kiamat pada 13 November 2026 adalah keliru, sehingga masyarakat sebaiknya melihat sumber asli, memahami konteks penelitian, dan tidak langsung mempercayai judul atau narasi yang bersifat sensasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....