Digitalisasi Budaya, Jembatan Identitas Banua di Era Modern
- 12 Nov 2025 12:37 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Di era serba digital, pelestarian budaya tidak lagi hanya bergantung pada panggung dan pentas seni. Generasi muda Banua mulai bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan kearifan lokal melalui media digital.
Akademisi Universitas Sari Mulia, Ralin, menjelaskan pentingnya digitalisasi dalam menjaga budaya agar tetap lestari. Hal tersebut disampaikannya dalam program Pandiran Baisukan di RRI Pro 4 Banjarmasin, Senin (10/11/2025).
Menurut Ralin, digitalisasi bisa menyelamatkan budaya yang hampir punah. “Dengan teknologi, budaya bisa diakses masyarakat luas, terutama anak muda yang selama ini kurang terpapar,” ujarnya.
Ia menegaskan, transformasi digital tidak hanya soal kemudahan, tetapi juga menjaga jati diri bangsa. “Kita bisa menikmati budaya melalui inovasi digital, tapi yang paling penting identitas tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Excel, mahasiswa Universitas Sari Mulia, menilai anak muda perlu aktif memperkenalkan budaya melalui media sosial. “Teknologi boleh maju, tapi akar budaya jangan dilupakan. Gunakan media sosial untuk berbagi pengetahuan budaya,” ujarnya.
Mahasiswa lainnya, Kalistowen, menambahkan bahwa media digital bisa menjadi wadah menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap budaya lokal. “Anak muda sekarang bisa memposting budaya di media sosial. Itu sudah bentuk inovasi untuk melestarikan budaya kita,” ucapnya.
Melalui semangat kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan pemerintah, digitalisasi diharapkan menjadi jembatan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya Banua. Upaya ini bertujuan agar identitas lokal tetap hidup di tengah arus globalisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....