Peran Ulama Banjar dalam Perspektif Budaya

  • 18 Mei 2025 05:54 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Ulama tidak hanya memiliki fungsi keagamaan, tetapi juga memainkan peran sentral dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Ulama Banjar seperti Syekh Muhammad Arsyad Albanjari bukan sekadar ahli agama, tapi juga pembentuk identitas budaya.

"Gagasan dan ajarannya masih menjadi rujukan utama hingga kini,” ujar Rahmadi, S.Ag., M.Pd.I, dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari dalam siaran Pandiran Baisukan di Pro4 RRI Banjarmasin, Jumat (16/5/2025).

Dengan topik bernilai budaya: Antropologi Ulama Banjar, Rahmadi didampingi Jahratul Zahra, mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Antasari. Topik tersebut membahas peran penting ulama dalam membentuk budaya dan nilai masyarakat Banjar.

Diskusi mengalir dari peran historis ulama hingga relevansi mereka di masa kini. Rahmadi menekankan bahwa studi antropologi terhadap ulama penting untuk memahami dinamika budaya lokal.

“Dengan pendekatan antropologi, kita bisa melihat bagaimana ulama berinteraksi dengan adat, tradisi, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Banjar. Mereka adalah jembatan antara nilai-nilai lokal dan ajaran universal Islam,” jelasnya lebih lanjut.

Ia juga menyinggung tentang perkembangan ulama di era modern. Menurutnya, ulama hari ini menghadapi tantangan baru,

"Seperti arus globalisasi dan perbedaan ideologi yang muncul dari pengalaman belajar di luar negeri. “Namun, justru di situ letak pentingnya pelestarian nilai-nilai ulama klasik agar tetap relevan,” ucap Rahmadi.

Sementara itu Jahratul Zahra melihat dari perspektif mahasiswa terhadap ketokohan ulama di masyarakat. Sebagai generasi muda, kata Zahra, melihat ulama sebagai panutan moral dan intelektual.

"Mereka mengajarkan bukan hanya ilmu, tapi juga etika dan kedekatan spiritual dengan masyarakat,” ujar Zahra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....