Stabilkan Harga Pangan, DPKP Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah

  • 19 Agt 2026 18:46 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Banjarbaru pada 19 Agustus 2026 untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
  • Program GPM merupakan kegiatan rutin yang didukung anggaran pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional untuk memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
  • Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81 dan Maulid Nabi Muhammad saw 1448 Hijriah sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional.

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kegiatan yang dirangkai dengan momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81 dan Maulid Nabi Muhammad saw 1448 Hijriah tersebut berlangsung di halaman Kios Pangan Kantor DPKP Kalsel, Banjarbaru, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan GPM merupakan kegiatan rutin yang didukung anggaran pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional. Program tersebut menjadi upaya menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah ini selain menyediakan sembako dan sembilan bahan pokok dengan harga yang diturunkan, kami juga melibatkan para pelaku UMKM,” ujarnya. “Ini sangat membantu UMKM karena kegiatan seperti ini sudah menjadi pasar rutin.”

Dalam kegiatan tersebut, DPKP Kalsel bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menyediakan komoditas beras dan minyak goreng. Masyarakat juga dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan lainnya seperti telur, ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, gula, serta aneka sayuran.

Syamsir mengakui harga daging ayam saat ini mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram, kini harganya mencapai sekitar Rp48 ribu per kilogram.

“Kondisi ini perlu kita cermati. Ayam yang dijual saat ini ukurannya cukup besar, sementara ayam yang lebih kecil harganya masih bertahan,” ucapnya.

Menurutnya, GPM menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah Kalsel. Pemerintah juga terus memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga selama musim kering.

Syamsir menegaskan, meski memasuki musim kering, pemerintah tetap berupaya memastikan ketersediaan pangan di Kalimantan Selatan tetap terjaga. Stok kebutuhan pokok disebut masih dalam kondisi aman, sementara percepatan penanaman akan kembali dilakukan ketika curah hujan mulai meningkat.

“Kita tidak boleh diam. Ketersediaan pangan Kalimantan Selatan cukup terjaga. Ketika hujan sudah turun, kita akan mempercepat tanam kembali,” katanya.

Ia berharap para petani siap melakukan penanaman kembali ketika kondisi cuaca mendukung. Terkait kondisi pertanian saat kemarau panjang, Syamsir menyebut kegiatan penanaman belum berlangsung secara masif karena keterbatasan air.

Namun, sejumlah petani yang memiliki sumber air seperti sumur bor, sumur pantek, maupun akses sungai masih tetap melakukan penanaman secara terbatas. Pemerintah terus mendorong petani memanfaatkan sumber air yang tersedia dengan tetap memperhatikan kondisi lahan.

Syamsir juga mengingatkan para petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pembukaan lahan dapat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan peralatan yang telah tersedia.

“Kami sarankan kepada para petani, ketika membuka lahan jangan dilakukan dengan membakar,” katanya. “Gunakan cara manual, alat kita sudah banyak untuk pengelolaan lahan, jadi tidak boleh lagi dibakar.”

Sementara itu, salah satu warga Banjarbaru Utara, Lita, mengaku terbantu dengan pelaksanaan GPM tersebut. Ia menyebut harga sejumlah komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

“Saya belanja banyak sekali macam-macamnya, termasuk telur. Harganya di bawah harga pasar, yang biasanya Rp25 ribu sekarang menjadi Rp23 ribu,” ujarnya.

Lita mengatakan harga sayuran di lokasi GPM juga relatif terjangkau, sekitar Rp5 ribu per ikat. Selain itu, tersedia beras, minyak, dan gula untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Lita berharap GPM dapat terus digelar secara rutin mengingat harga sejumlah kebutuhan pokok dan sayuran di pasar sedang mengalami kenaikan. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih terjangkau.

“Kalau ada pengumuman pasar murah, saya pasti datang untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga,” ucapnya. “Harapannya semakin sering diadakan seperti ini, karena harga-harga di pasar memang sedang melonjak.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....