Disdag Kalsel Dorong Produk Binaan Tembus Pasar Ekspor
- 16 Agt 2026 15:23 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan Kalsel Expo 2026 sebagai momentum mendorong produk usaha binaan naik kelas. Selain itu bisa menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan pihaknya membawa sejumlah pelaku usaha binaan untuk memamerkan produk unggulan Banua. Produk yang ditampilkan mulai dari makanan ringan khas daerah, wadai Banjar, sasirangan hingga kopi.
“Jadi kami dari Dinas Perdagangan ini membawa pelaku usaha yang menjadi binaan dari Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Ahmad Bagiawan di Banjarbaru.
Menurutnya, keikutsertaan dalam pameran tidak sekadar untuk memperkenalkan produk. Tetapi menjadi bagian dari pembinaan agar pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas.
Ia menyebut produk seperti amplang telah beberapa kali dibawa mengikuti pameran di Jakarta, Surabaya hingga Sulawesi. Dari berbagai kegiatan tersebut, mulai muncul permintaan dan pesanan dari luar Pulau Kalimantan.
“Kalau tingkat nasional, amplang dan lain-lain ini sudah beberapa kali mengikuti event yang ada di Jakarta, Surabaya, Sulawesi juga sudah kami bawa, sehingga sudah ada pesanan-pesanan dari luar pulau,” ucapnya.
Selain memperluas pasar produk makanan, Disdag Kalsel juga memberikan perhatian terhadap produk sasirangan. Salah satunya sasirangan dengan bordir menggunakan benang perak yang dinilai memiliki keunikan dan potensi untuk dikembangkan menjadi produk berdaya saing.
Ahmad mengatakan, tantangan berikutnya adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi agar produk binaan tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
“Ini tidak lain adalah untuk membina pelaku usaha supaya sukses sampai ke ekspor nanti. Kami bina bagaimana caranya tidak hanya di dalam daerah, tetapi juga di tingkat nasional dan sampai nanti kami upayakan ke luar negeri,” katanya.
Ia menilai peningkatan ekspor menjadi salah satu indikator penting kemajuan sektor perdagangan Kalsel. Karena itu, pembinaan pelaku usaha diarahkan agar semakin banyak produk lokal yang memiliki nilai tambah dan mampu dipasarkan ke luar daerah maupun luar negeri.
“Ukurannya adalah angka ekspor. Semakin banyak angka ekspor yang kita dapatkan, itu menunjukkan bahwa kemajuan perdagangan,” katanya.
Melalui Kalsel Expo 2026, Disdag Kalsel berharap semakin banyak produk unggulan Banua dikenal konsumen dan membuka peluang pasar baru. Pembinaan secara berkelanjutan juga diharapkan mampu mendorong pelaku usaha lokal dari skala daerah menuju pasar nasional hingga internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....