Dishut Kalsel Siapkan Infrastruktur Pengairan Antisipasi Karhutla
- 15 Agt 2026 15:42 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan (Dishut) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terutama di wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyiapkan infrastruktur pengairan secara masif di zona prioritas, khususnya Ring 1 Bandara Syamsudin Noor. Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan kawasan tersebut menjadi perhatian karena potensi kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas penerbangan dan berdampak terhadap perekonomian daerah.
Berdasarkan pemantauan lapangan di kawasan Cindai Alus, strategi pengairan akan disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing lokasi.
“Ada lokasi yang memang mengharuskan penggunaan mesin pompa air, namun ada juga titik-titik yang aliran airnya bisa dimanfaatkan tanpa harus menggunakan mesin,” ujar Fathimatuzzahra.
Selain kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor, Dishut Kalsel juga memperkuat mitigasi di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.Sejumlah skema pertahanan teknis disiapkan, di antaranya pemasangan tandon air secara berkala, optimalisasi aliran air, serta pembersihan sisi jalan atau clearing.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperlambat penyebaran api apabila terjadi kebakaran, termasuk yang dipicu aktivitas manusia seperti pembuangan puntung rokok dari pengguna jalan. Fathimatuzzahra menegaskan, penguatan mitigasi dilakukan melalui sinergi lintas SKPD dengan mengutamakan perlindungan terhadap objek vital, kawasan konservasi, serta wilayah hutan yang rawan karhutla.
Pemprov Kalsel berharap penguatan infrastruktur dan kesiapsiagaan tersebut dapat menekan potensi dampak karhutla, khususnya terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....