Gubernur Kalsel dan Forkopimda Tinjau Kerusakan PLTU Asam Asam

  • 04 Agt 2026 14:47 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Tanah Laut - Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan langsung ke PLTU Asam-Asam, Tanah Laut. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa kunjungan bersama Forkopimda dilakukan untuk memastikan proses perbaikan pembangkit berjalan sesuai rencana sehingga sistem kelistrikan di Kalselteng dapat segera kembali normal.

“Forkopimda hari ini bersama-sama meninjau ke sini untuk memastikan kesiapan pembangkit di Asam-Asam maupun pembangkit lainnya,” ujar Muhidin, Selasa 4 Agustus 2026.

H. Muhidin mengungkapkan, berdasarkan penjelasan dari pihak PLN, PLTU Asam-Asam memiliki enam unit generator dengan total kapasitas sekitar 500 megawatt. Dari kapasitas tersebut, satu unit berkapasitas 54 megawatt mengalami kerusakan dan saat ini tengah menjalani proses perbaikan intensif.

H. Muhidin menyebut berdasarkan laporan terbaru dari PLN, unit tersebut ditargetkan dapat kembali beroperasi pada 25 Agustus sesuai komitmen yang telah disampaikan.

Selain itu, Gubernur juga memperoleh kepastian bahwa pasokan listrik dari sistem interkoneksi akan mulai kembali menyuplai kebutuhan listrik Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada Rabu (5/8) sekitar pukul 22.00 Wita setelah melalui tahapan uji coba.

Meski demikian, Muhidin mengingatkan seluruh pihak agar tetap siaga. Menurutnya, kondisi sistem kelistrikan masih perlu diawasi hingga unit pembangkit di PLTU Asam-Asam benar-benar selesai diperbaiki dan kembali beroperasi penuh.

“Kita tetap berdoa mudah-mudahan besok malam sekitar pukul 22.00 Wita pasokan listrik sudah kembali normal melalui transfer daya. Namun, kita tetap harus siaga sampai perbaikan di Asam-Asam selesai pada 25 Agustus,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meninjau langsung proses perbaikan mesin pembangkit. Ia melihat sekitar lima teknisi bekerja secara bergantian selama 24 jam untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Menurut H. Muhidin, proses pemeriksaan dilakukan secara teliti dengan bantuan kamera khusus untuk menyisir setiap bagian mesin guna memastikan tidak ada lagi komponen yang mengalami kerusakan sebelum unit kembali dioperasikan.

“Pekerjaan dilakukan terus-menerus selama 24 jam dengan sistem shift. Semua bagian mesin diperiksa satu per satu agar saat beroperasi nanti benar-benar dalam kondisi aman dan optimal,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....