Pemko Banjarbaru Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla 2026

  • 06 Jul 2026 16:16 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, pada Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Senin, 6 Juli 2026.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Gedung K.H. Idham Chalid, Kompleks Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan. Forum tersebut menjadi wadah penyelarasan langkah antarlembaga dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.


Apel dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, Satpol PP, pemadam kebakaran, dan Satgas Karhutla. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus ditingkatkan mengingat prediksi musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Komando penanganan Karhutla ini berada di bawah Gubernur secara langsung, dengan BPBD bertindak sebagai koordinatornya,” kata Muhidin. “Pastikan kesiapannya dari hari ini, kita harus siap siaga penuh dalam patroli terpadu serta melakukan deteksi dini terhadap kemunculan titik panas (hotspot).”


Gubernur juga menginstruksikan seluruh jajaran agar memahami tugas dan jalur komando masing-masing. Selain itu, seluruh sarana dan prasarana pemadaman diminta dipastikan dalam kondisi siap pakai agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Menurut Muhidin, upaya pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam pengendalian karhutla. Ia meminta pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.


“Saya meminta agar sosialisasi terus ditingkatkan, perluas kampanye kita, ajak masyarakat untuk ikut menjaga dan memantau wilayahnya masing-masing guna mengurangi risiko Karhutla,” ujarnya. “Mari kita laksanakan tugas ini dan bekerja dengan sepenuh hati.”

Melalui keikutsertaan dalam apel dan rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan kesiapan mendukung langkah mitigasi karhutla yang dikoordinasikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta mencegah dampak kabut asap di wilayah Banjarbaru. (ade-jongs/MedCenBJB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....