Curah Hujan Menurun, Pemprov Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla

  • 05 Jul 2026 13:56 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pemprov Kalsel mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah. Meski status siaga darurat belum ditetapkan, berbagai langkah antisipasi telah dipercepat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat saat risiko meningkat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan kondisi wilayah banua saat ini belum memenuhi syarat untuk penetapan status siaga darurat. Karena hujan masih terjadi di beberapa daerah.

"Status siaga darurat belum ditetapkan karena kondisi di lapangan masih belum memenuhi indikator. Namun kami terus memperkuat kesiapsiagaan agar seluruh personel dan peralatan siap jika sewaktu-waktu terjadi karhutla," ujarnya.

Sebagai bentuk antisipasi, BPBD Kalsel juga akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna menyatukan langkah dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. Persiapan tidak hanya dilakukan BPBD. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan juga memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana.

Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Dany Matera Saputra, melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi potensi karhutla tahun ini. "Kami terus meningkatkan kesiapan personel, memastikan peralatan pemadam dalam kondisi siap pakai, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait agar respons penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," katanya.

Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan turut memperkuat alasan belum diberlakukannya status siaga darurat. Berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 30 Juni 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan masih berada pada kategori sangat pendek, yakni baru mengalami satu hingga lima hari tanpa hujan.

BMKG juga mencatat masih terdapat sejumlah daerah yang menerima hujan hingga pembaruan data terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan potensi karhutla memang mulai meningkat seiring memasuki musim kemarau, namun belum berada pada tingkat yang mengharuskan penetapan status siaga darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....