Rakor Lintas Sektor Dinkes Banjarbaru Perkuat Program Kesehatan

  • 24 Apr 2026 06:54 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor. Kegiatan ini bertujuan memaksimalkan keberhasilan program kesehatan di masyarakat.

Rakor dilaksanakan di Hotel Rodhita Banjarbaru pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi dalam menangani berbagai isu kesehatan di daerah.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina, M.M.Kes. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks.

“Kami berharap Rakor Bidang P2P ini dapat menjadi ajang koordinasi yang efektif untuk membedah berbagai kendala di lapangan,” ujarnya. “Sekaligus mencari solusi bersama secara sinergis antar sektor.”

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan koordinasi lintas sektor. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target program pencegahan dan pengendalian penyakit.

Rakor ini menyoroti tiga fokus utama yang dinilai krusial. Fokus tersebut meliputi peningkatan angka kesembuhan pasien Tuberkulosis (TBC), mitigasi Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), serta perluasan skrining kanker leher rahim.

Untuk memperkaya pembahasan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Mereka antara lain dr. Normawati dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), H. Nor Efendi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dan dr. Rita Ervina dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor dalam upaya memaksimalkan keberhasilan program kesehatan masyarakat di Hotel Rodhita Banjarbaru, Kamis, 23 April 2026. (Foto: Orz/MedcenBjb)

Rakor ini diikuti oleh 178 peserta dari berbagai instansi dan elemen masyarakat. Kehadiran peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu kesehatan di Banjarbaru.

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat. Di antaranya perwakilan Bapperida, DP3APMP2KB, Disdik, camat, lurah, kader kesehatan, hingga organisasi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 16.30 Wita ini berjalan interaktif. Peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait permasalahan di lapangan.

Diskusi mengerucut pada berbagai tantangan nyata yang dihadapi. Mulai dari penolakan imunisasi hingga kesulitan melacak pasien TBC yang berpindah tempat tinggal.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat. Seluruh elemen diharapkan dapat bergerak bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (Orz/MedcenBjb))

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....