Puncak Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, Momentum Kolaborasi menuju Emas

  • 20 Apr 2026 18:39 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Puncak perayaan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, Senin, 20 April 2026, tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Momentum ini menjelma menjadi panggung kebersamaan yang menggambarkan pertumbuhan kota dengan semangat kolaborasi.

Mengusung tema “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas”, suasana perayaan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah, seperti Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman, semakin memperkuat arti penting momentum tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menegaskan Banjarbaru berada di jalur pembangunan yang tepat. Ia menilai kemajuan kota tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Banjarbaru menunjukkan kemajuan yang konsisten. Ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang bagaimana masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

Muhidin menyoroti capaian seperti Indeks Pembangunan Manusia tertinggi di Kalimantan Selatan. Selain itu, peningkatan kesejahteraan dan pembangunan fasilitas publik dinilai semakin inklusif.


Ia juga menyoroti dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap pembangunan stadion sepak bola bertaraf internasional. Proyek ini diyakini menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat masyarakat menikmati 15.000 porsi gratis Soto Banjar. Hidangan ini menjadi simbol rasa syukur yang sederhana namun menyatukan seluruh lapisan masyarakat.


Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan berbagai indikator pembangunan menunjukkan hasil kerja bersama.

“Pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pengangguran, hingga peningkatan kualitas birokrasi adalah bukti nyata kerja bersama seluruh elemen,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“Banjarbaru Emas bukan sekadar visi, tetapi tujuan bersama yang harus kita wujudkan dengan semangat gotong royong,” kata Wali Kota Banjarbaru.


Momentum ini juga diwarnai Deklarasi Gerakan Kilau Emas (Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas). Gerakan ini menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Selain itu, Banjarbaru terus mengukuhkan diri sebagai kota ekonomi kreatif. Pengangkatan Soto Banjar sebagai ikon menuju kota gastronomi dunia menjadi strategi budaya yang mengangkat potensi lokal ke tingkat global.

Di usia ke-27, Banjarbaru menunjukkan kematangan sebagai kota yang berkembang. Tidak hanya sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai ruang hidup yang tumbuh dengan nilai, kolaborasi, dan visi masa depan. (Tim Liputan/MedCenBJB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....