Produksi Padi Desa Pamangkih Baru Mengalami Penurunan
- 03 Apr 2026 10:40 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Martapura – Setelah 3 tahun merasakan dampak dari air yang tidak pernah surut dilebih 100 hektare lahan pertanian pada 4 desa, Kecamatan Tatah Makmur bekerjasama dengan Dinas PUPRP Kabupaten Banjar menggelar pertemuan mencari solusi yang dihadapi petani. Acara berlangsung pada Kamis 2 April 2026.
Selanjutnya pertemuan yang kedua ini, dihadiri oleh Camat Tatah Makmur, Bidang Bina Marga dan Bidang SDA DPUPRP, Dinas Pertanian, perwakilan pambakal desa terdampak dan perwakilan dari BPP Kecamatan Tatah Makmur. Camat Tatah Makmur, H. Rahmat Wahyudi, menyatakan, bahwa desa yang terdampak adalah desa Pamangkih Baru, Tampang Awang, Taibah Raya dan Jaruju Laut.
"Sudah 3 tahun lebih para petani tidak bisa menanam padi di lahan mereka yang selalu tergenang air, sehingga produksi padi di kecamatan kami menurun," ujarnya.
Setelah melakukan pertemuan, dilanjutkan dengan pengecekan ke lapangan supaya dapat menganalisis solusi . Apa yang paling bagus diterapkan.
Perwakilan dari DPUPRP Muhammad Elyani menyampaikan bahwa untuk sementara berdasarkan hasil pertemuan dan cek lapangan, solusi yang dilakukan adalah memasang gorong-gorong di 2 titik. Yaitu di dekat gedung PNPM desa Tampang Awang dan dekat trafo listrik desa Pemangkih Baru.
Dengan demikian air yang menggenang dapat mengalir dan lahan menjadi tidak terlalu banyak air lagi sehingga petani bisa bercocok tanam lagi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....