Inflasi Kalsel Urutan Ketiga Tertinggi Secara Nasional
- 17 Mar 2026 07:52 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memimpin langsung High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pengendalian inflasi guna menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang hari besar keagamaan.
Rapat tersebut digelar di Mahligai Pancasila pada Senin 16 Maret 2026. Langkah cepat ini diambil menyusul posisi inflasi Kalimantan Selatan yang menempati urutan ketiga tertinggi secara nasional.
Berdasarkan data, inflasi pada Februari tercatat sebesar 0,86 persen secara bulanan atau month-to-month. Sementara itu, inflasi tahunan atau year-on-year mencapai 5,97 persen, melampaui angka nasional sebesar 4,76 persen.
Dalam rapat, Gubernur H. Muhidin menjelaskan bahwa lonjakan inflasi dipicu oleh kenaikan tarif listrik dan sejumlah komoditas pangan. Komoditas tersebut meliputi emas perhiasan, beras, daging, serta telur ayam ras yang mengalami peningkatan harga.
“Kita sempat dihubungi Pak Tito, ini bagaimana Kalsel, cepat rapatkan,” ujar H. Muhidin. Ia menegaskan pentingnya koordinasi cepat untuk menekan laju inflasi di daerah.
Sejumlah langkah strategis pun disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui penguatan koordinasi TPID. Upaya tersebut mencakup menjaga ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi bahan pokok, pelaksanaan pasar murah, serta memperkuat kerja sama antardaerah.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti daerah dengan tingkat inflasi tinggi seperti Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Kotabaru. Ia meminta Badan Pusat Statistik terus menyampaikan laporan perkembangan inflasi secara berkala agar langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat bersama pihak terkait.
"Jadi kami minta penekanannya," ujar Gubernur usai rapat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....