Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Bersama Hadapi Ancaman Karhutla Kalsel

  • 25 Agt 2026 15:19 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah seiring meningkatnya intensitas musim kemarau. Selain memperkuat patroli darat dan udara, pemerintah mengerahkan satuan tugas penanggulangan karhutla hingga menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Sebagai ikhtiar spiritual menghadapi ancaman karhutla, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman melaksanakan Salat Istisqa. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran SKPD dan Forkopimda Kalsel di halaman barat Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Selasa, 25 Agustus 2026.

Pelaksanaan Salat Istisqa dipimpin H. Ahmad Sawiti, S.Ag., M.H.I., kemudian dilanjutkan dengan khutbah oleh Al-Ustaz H. Ilham Humaidi. Dalam khutbahnya, jamaah diajak memperbanyak istigfar, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperkuat kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Usai pelaksanaan salat, H. Supian HK menegaskan kehadirannya merupakan bentuk pertanggungjawaban moral sebagai wakil rakyat. Menurutnya, pemimpin harus hadir bersama masyarakat, termasuk ketika Banua menghadapi ancaman bencana seperti karhutla.

Supian HK juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi musim kemarau. Ia memastikan DPRD Kalsel siap mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Semoga ketulusan niat dan kerendahan hati kita hari ini dijawab oleh Allah Swt sehingga bahaya karhutla segera teratasi,” ucap Supian HK. Ia berharap doa bersama tersebut menjadi penguat ikhtiar pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin mengatakan Pemprov Kalsel terus berupaya dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menangani karhutla yang masih terjadi. Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur di daerah.

“Melalui Salat Istisqa ini menjadi fondasi spiritual penting agar Allah Swt melimpahkan rahmat-Nya berupa hujan yang membawa keberkahan bagi Kalimantan Selatan,” ujar Muhidin. Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi lahan yang kering dapat kembali membaik dan risiko kebakaran bisa ditekan.

Kehadiran unsur legislatif, eksekutif, Forkopimda, dan masyarakat dalam Salat Istisqa menjadi simbol menyatunya ikhtiar lahiriah dan batiniah menghadapi karhutla. Pemerintah berharap sinergi tersebut mampu mempercepat penanganan karhutla sekaligus menghadirkan hujan yang membawa keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga Banua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....