Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, DPRD Kalsel Gelar RDP bersama PLN

  • 02 Jul 2026 18:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Gangguan listrik yang berulang di Kalimantan Selatan menjadi perhatian serius dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPRD Kalimantan Selatan bersama PT PLN (Persero) UID Kalselteng. Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, di Banjarmasin, Kamis 2 Juli 2026.

Dalam rapat tersebut, DPRD meminta kepastian kepada PLN mengenai waktu normalnya sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan. Permintaan itu muncul karena masyarakat masih mengalami pemadaman listrik berulang di sejumlah daerah.

Mustaqimah mengatakan, ada pelanggan yang mengaku mengalami pemadaman hingga empat kali dalam sepekan. Dewan juga meminta agar pembagian jadwal pemadaman dilakukan secara adil apabila gangguan masih terjadi.

“PLN menyampaikan pemadaman ini terjadi karena adanya kerusakan pada mesin turbin sehingga perlu dilakukan pemadaman secara bergilir. Mereka juga menyatakan bahwa besok sudah memasuki status siaga artinya menyala dengan catatan,” ujar Mustaqimah.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan dipicu meningkatnya beban listrik dan adanya kerusakan pada sejumlah unit pembangkit. Kondisi tersebut membuat pasokan listrik belum mampu memenuhi kebutuhan sistem secara maksimal.

“Informasi sistem akan normal di 3 Juli besok dengan cadangan daya sebesar 52 megawatt selama dua minggu. Mesin pembangkit yang mengalami kerusakan berjumlah 11 unit dan kerusakannya terjadi secara bergantian,” kata Iwan.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi. Selain itu, kompensasi akan diberikan kepada pelanggan prabayar maupun pascabayar sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah seorang warga Banjarmasin, Acil Nur, mengaku usahanya terdampak akibat pemadaman listrik yang cukup lama di kawasan Sungai Andai. Ia mengatakan banyak bahan makanan yang rusak karena mesin pendingin tidak dapat berfungsi saat listrik padam.

“Dengan adanya pemadaman ini cukup berdampak ya pada pelaku usaha kecil seperti saya, bahan makanan gak bisa disimpan di kulkas jadi banyak yang basi. Pembuatan makanan atau minuman yang jelas jadi terhambat, sehingga terjadi penurunan omset,” ucap Acil Nur, sapannya.

Masyarakat berharap gangguan listrik dapat segera diatasi sehingga tidak lagi menghambat aktivitas maupun usaha. Berdasarkan penjelasan PLN dalam rapat tersebut, perbaikan pembangkit dan pemadaman bergilir diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026 agar sistem kelistrikan kembali stabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....