Komisi III DPRD Kalsel Pelajari Pengelolaan Kebun Raya Bogor
- 24 Jun 2026 08:55 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Mustaqimah, bersama anggota komisi melaksanakan studi komparasi ke Kebun Raya Bogor, Senin 22 Juni 2026. Kunjungan ini bertujuan mempelajari pengelolaan ruang terbuka hijau, konservasi tumbuhan, dan pengembangan infrastruktur wisata edukasi.
Rombongan diterima oleh Corporate Communication General Manager Kebun Raya Bogor, Zaenal Arifin, dan Ketua Tim Pengembangan Kawasan Sains, Widya Ayu Pratiwi. Dalam pertemuan tersebut dipaparkan berbagai strategi pengelolaan kawasan yang terintegrasi dengan fungsi pendidikan dan pariwisata.
Selain menerima pemaparan, rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas unggulan di kawasan kebun raya. Fasilitas yang dikunjungi antara lain rumah kaca, herbarium, taman tematik, jalur pedestrian, dan sarana wisata edukasi lainnya.
Mustaqimah mengatakan kunjungan tersebut menjadi referensi penting bagi pengembangan Kebun Raya Banua. Menurutnya, berbagai konsep yang diterapkan di Kebun Raya Bogor dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan daya tarik wisata dan edukasi di Kalimantan Selatan.
“Selain mempromosikan Kebun Raya Banua yang ada di Kalimantan Selatan, ke depan. Kami juga segera mendorong pembangunan tempat pertemuan, taman, gazebo, dan berbagai fasilitas lainnya yang telah direncanakan oleh tim Kebun Raya Banua,” ujar Mustaqimah.

Komisi III DPRD Kalsel juga mendorong penambahan koleksi tanaman edukatif yang dapat menarik minat anak-anak dan masyarakat. Tanaman aromatik serta berbagai jenis tanaman pembelajaran menjadi salah satu fokus pengembangan ke depan.
Sementara itu, perwakilan pengelola Kebun Raya Bogor, Widya Ayu Pratiwi menyambut baik kunjungan Komisi III DPRD Kalsel ke Kebun Raya Bogor. Ia menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sebuah kebun raya.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan Komisi III DPRD Kalimantan Selatan. Dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sebuah kebun raya,” ujar Widya.
Ia menambahkan hasil studi komparasi ini akan menjadi acuan untuk memperkuat fungsi wisata dan konservasi. Selain itu juga akan menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengembangkan Kebun Raya Banua sebagai pusat konservasi, penelitian, dan wisata edukasi berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....