Kartoyo Serap Aspirasi Petani Desa Sirih Kalumpang Soal Pupuk dan Banjir
- 31 Mei 2026 18:29 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo, menuntaskan rangkaian kegiatan reses di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan mengunjungi Desa Sirih, Kecamatan Kalumpang. Desa tersebut menjadi titik terakhir dari 16 lokasi reses yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Dalam dialog bersama warga, berbagai persoalan disampaikan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian dan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi. Aspirasi tersebut menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun.
Tokoh masyarakat Desa Sirih, M. Idris, mengungkapkan bahwa kelangkaan pupuk menjadi kendala utama yang dihadapi warga saat ini. “Rata-rata pekerjaan masyarakat bertani dan berkebun, tetapi masyarakat merasa kesulitan mendapatkan pupuk,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Pambakal Desa Sirih, Mardiansyah, yang menyoroti dampak banjir tahunan terhadap produktivitas lahan pertanian. Menurutnya, luas lahan yang dapat ditanami terus berkurang akibat genangan yang terjadi secara rutin setiap tahun.
“Pertanian ini keluhannya banjir yang rutin tiap tahun. Sekarang yang bisa produktif hanya satu baris di atas tabing, kalau dulu bisa sampai tiga sampai lima baris, sekarang sudah tidak bisa lagi,” kata Mardiansyah. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya peningkatan akses jalan menuju area persawahan agar distribusi hasil panen lebih lancar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kartoyo menyebut persoalan pertanian dan perkebunan menjadi isu yang paling dominan selama pelaksanaan reses di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. “Alhamdulillah, kita telah melaksanakan 16 titik reses di HSS dan diakhiri di Desa Sirih Kecamatan Kalumpang, yang paling menonjol adalah persoalan pertanian dan perkebunan, terutama kesulitan memperoleh pupuk,” ujarnya.
Selain itu, keresahan masyarakat terkait pupuk juga sempat memunculkan rencana penyampaian aspirasi secara lebih luas. “Masyarakat Desa Sirih hampir melaksanakan aksi penyampaian aspirasi, namun alhamdulillah ada tokoh masyarakat yang turut menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.
Ia berharap persoalan distribusi pupuk dapat segera ditangani karena berhubungan langsung dengan ketahanan pangan daerah. “Kami juga mendorong penguatan dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan, di samping sektor perikanan serta peternakan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” ucapnya.
Terkait banjir yang terus melanda wilayah Kalumpang, Kartoyo mengatakan kondisi tersebut menyebabkan petani hanya dapat melakukan satu kali masa tanam dalam setahun. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, terdapat dugaan sumbatan aliran di Sungai Rantauan yang akan dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait agar solusi penanganan banjir dapat segera diwujudkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....