Warga Geram Pimpinan Ponpes Diduga Cabuli Puluhan Santri
- 16 Jan 2025 17:01 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjar: Kasus pencabulan santri di salah satu Pondok Pesantren (PONPES) di Kota Martapura, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan menggegerkan publik. Setidaknya ada 20 santri diduga dicabuli oleh oknum pimpinan Ponpes berinisial MR (42) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Pencabulan santri di Ponpes tersebut terungkap setelah ada seorang pelajar perempuan berinisial AH keluar dari pesantren, Jumat (10/1/2025), setelah mengetahui tindakan cabulan MR. Oleh karena itu, pesantren tersebut menjadi sepi karena terdapat isu tindakan tidak senonoh itu.

Saat melancarkan niat jahatnya, pelaku mengiming-imingi para korban bisa menghilangkan kesialan semasa hidup. Salah seorang warga setempat, Fendy pun geram dengan perbuatan oknum pimpinan pondok pesantren tersebut.
“Kurang lebih ada 400 Santri, kini penghuni penghuni pesantren sudah kosong lantaran ada kasus pencabulan oleh Pimpinan pondoknya. Kyainya memang tertutup dengan masyarakat tidak pernah berinteraksi sama tetangga dekat pesantren,” katanya.
Sementara itu, dari hasil penyelidikan kepolisian pencabulan sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Hal itu berdasarkan hasil keterangan saksi dan korban yang berhasil dikumpulkan.
“Permasalahan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2019. Cuma yang namanya anak-anak penuh tekanan,” kata Kanit PPA Polres Banjar, Ipda Anwar.
Ia menyampaikan, diduga ada sekitar 20 santri yang menjadi korban. Namun yang melapor dan berani memberikam keterangan hanya 5 orang diantaranya.
“Ada sedikit pressing dari terlapor. Jadi mereka tidak berani speak up dan melaporkan hal ini,” ucapnya lagi.
Selain ditetapkan, sebagai tersangka, MR juga sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Pria berusia 42 tahun itu mencabuli pada korban dengan modus untuk membuang nahas atau kesialan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....