Pandiran Baisukan: Tangga Nada dan Akor Tentukan Karakter Sebuah Lagu

  • 17 Sep 2026 10:22 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Tangga nada dan mutasi akor keduanya memengaruhi karakter dan suasana yang dihasilkan dalam sebuah komposisi musik.
  • Drs. Chandra Hasan, sebagai pelaku musik berpengalaman dan anggota PAPPRI Kalimantan Selatan, menjelaskan pentingnya pemahaman unsur-unsur musik dalam penggarapan lagu.
  • Mutasi akor merupakan salah satu unsur penting dalam pengolahan musik yang dapat memberikan warna berbeda pada sebuah lagu.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Musik tidak hanya berkaitan dengan melodi dan lirik, tetapi juga rangkaian nada yang disusun untuk menghasilkan warna dan suasana tertentu. Pengolahan musik melibatkan sejumlah unsur, di antaranya mutasi akor dan penggunaan tangga nada yang dapat memengaruhi karakter sebuah lagu.

Hal tersebut disampaikan oleh Drs. Chandra Hasan dalam acara Pandiran Baisukan, Rabu, 16 September 2026. Pelaku musik sekaligus anggota PAPPRI Kalimantan Selatan itu menjelaskan mutasi akor menjadi salah satu unsur menarik dalam penggarapan musik karena dapat memberikan warna yang berbeda pada sebuah lagu.

“Mutasi akor adalah perubahan atau perpindahan akor dalam sebuah lagu,” ujar Chandra Hasan. “Tujuannya membangun nuansa musikal yang lebih dinamis.”

Menurutnya, perubahan akor perlu disesuaikan dengan melodi agar musik tetap terdengar harmonis dan tidak menghilangkan karakter utama lagu. Hubungan antara melodi, akor, dan tangga nada juga perlu dipahami agar pengembangan musik tetap enak didengar.

“Hubungan antara melodi, akor, dan tangga nada harus dipahami,” ujarnya. “Mutasi akor itu tentang bagaimana kita mengembangkan akor dari sebuah lagu agar warna musiknya bisa berubah, tetapi tetap enak didengar.”

Letkol (Purn.) TNI AD itu mengungkapkan tangga nada menjadi bagian penting dalam menentukan karakter sebuah aransemen. Pemilihan tangga nada mayor, minor, maupun perpindahan nada dasar dapat memengaruhi suasana lagu, seperti lembut, romantis, melankolis, atau bersemangat.

Chandra Hasan juga menyebut salah satu lagu yang telah diaransemen, yakni “Di Bawah Sinar Bulan Purnama”. Menurutnya, proses aransemen perlu mempertimbangkan ritme, melodi, dan harmoni agar menghasilkan komposisi yang sesuai.

Ia mengatakan kiprahnya di dunia musik telah berlangsung sekitar 40 tahun sejak duduk di bangku SMA. Pengalaman tersebut membuatnya terus belajar dan berkarya karena musik selalu menghadirkan hal baru.

“Musik adalah dunia saya,” katanya. “Dari SMA sampai saat ini saya masih terus belajar dan berkarya karena bagi saya musik selalu menghadirkan hal baru dan menarik.”

Chandra Hasan menegaskan proses bermusik merupakan perjalanan yang membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Pengalaman selama puluhan tahun membuatnya semakin memahami bahwa setiap karya musik selalu memiliki ruang untuk dikembangkan dan menghadirkan sesuatu yang baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....