“GOSH IN THE CELL” Tayang Global, Sajikan Horor Psikologis

  • 17 Apr 2026 22:40 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Film terbaru karya kembali menyita perhatian publik dengan judul GOSH IN THE CELL. Film ini resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026 dan dipastikan akan diputar di 86 negara.

Diproduksi oleh Come and See Picture, film ini menghadirkan konsep horor yang berbeda dari karya-karya sebelumnya. Penonton tidak hanya disuguhkan adegan menyeramkan, tetapi juga tekanan psikologis yang intens sejak awal cerita.

Deretan aktor ternama turut memperkuat film ini, diantaranya Abimana Aryasatya, Endy Arfian, dan ada artis Malaysia Bront Palarae yang juga bermain di film Joko Anwar "Pengabdi Setan". Kehadiran para pemain ini dinilai mampu menghadirkan emosi yang kuat di setiap adegan.

Dalam narasinya, film ini mengambil latar penjara dengan konflik antar narapidana yang brutal dan penuh ketegangan. Tidak hanya kekerasan fisik, unsur horor psikologis juga dibangun melalui suasana ruang sempit, suara misterius, hingga simbol-simbol yang menggambarkan tekanan mental para karakter.

Salah satu elemen yang mencuri perhatian adalah penggunaan lagu anak-anak "Cicak Cicak di Dinding" yang dihadirkan dalam suasana mencekam. Lagu sederhana tersebut berubah menjadi simbol teror yang memperkuat nuansa tidak nyaman sepanjang film.

Mengutip dari Lembaga Sensor Film Republik Indonesia lsf.go.id, film ini telah melalui proses penyensoran sesuai ketentuan yang berlaku. LSF menegaskan bahwa film tersebut layak tayang dengan klasifikasi usia tertentu karena mengandung unsur kekerasan dan tekanan psikologis yang kuat.

Salah seorang penonton, Dody dari Handil Bakti yang menyaksikan film ini di pada hari perdana penayangannya di XXI Duta Mall Banjarmasin mengaku sangat terkesan dengan intensitas film tersebut. Ia bahkan merasa tidak diberi kesempatan untuk tenang selama menonton karena setiap adegan terasa begitu padat dan menegangkan.

“Berasa nggak dikasih jeda buat napas, tiap adegan epic semua. Sekarang malah jadi takut dengar lagu Cicak-Cicak di Dinding. Level ngerinya sadis banget,” ujar Dody dengan ekspresi seriusnya saat ditemui setelah keluar dari Studio 2. Ia menilai film ini sebagai salah satu karya horor paling berani yang pernah ia tonton.

Melalui Ghost in the Cell, Joko Anwar kembali menghadirkan horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga menggali sisi psikologis manusia. Film ini pun diharapkan mampu memperkuat posisi perfilman Indonesia di kancah internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....