Pesan Willem Dafoe untuk Hari Teater Sedunia 2026

  • 24 Mar 2026 04:21 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Peringatan World Theatre Day atau Hari Teater Sedunia memiliki sejarah panjang dalam perkembangan seni pertunjukan global. Berdasarkan data dari International Theatre Institute (ITI), peringatan ini pertama kali digelar pada 27 Maret 1962, bertepatan dengan pembukaan musim “Theatre of Nations” di Paris. Sejak saat itu, Hari Teater Sedunia diperingati setiap tahun sebagai momentum untuk merayakan seni teater di seluruh dunia.

Hari Teater Sedunia bertujuan untuk mempromosikan seni teater secara global, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai seni pertunjukan, serta memberi ruang bagi komunitas teater untuk memperkenalkan karya mereka secara luas. Selain itu, peringatan ini juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk menikmati teater sebagai bentuk ekspresi seni yang memiliki nilai budaya dan sosial tinggi.

Salah satu agenda penting dalam peringatan ini adalah penyampaian pesan internasional Hari Teater Sedunia. Setiap tahunnya, ITI menunjuk tokoh teater dunia untuk menyampaikan refleksi mengenai teater dan perannya dalam membangun budaya damai. Pesan ini kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa dan disebarluaskan secara global. Pesan pertama dalam sejarah Hari Teater Sedunia ditulis oleh Jean Cocteau.

Pada tahun 2026, ITI menunjuk aktor dunia Willem Dafoe untuk menyampaikan pesan internasional Hari Teater Sedunia. Dalam pesannya, Dafoe menegaskan bahwa teater memiliki kekuatan unik dalam membangun hubungan antarmanusia melalui pengalaman bersama secara langsung. “Pengalaman bersama secara langsung dalam waktu nyata dari sebuah proses penciptaan, tentu merupakan kekuatan utama yang paling nyata dari teater,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan di era modern, terutama kehadiran teknologi dan media sosial yang dinilai berpotensi mengurangi interaksi manusia secara langsung. Meski teknologi membawa kemudahan, Dafoe mengingatkan bahwa teater tetap menghadirkan pengalaman yang tidak tergantikan karena melibatkan kehadiran, perhatian, dan interaksi nyata antara pemain dan penonton.

Lebih lanjut, Dafoe mengajak para pelaku teater untuk menjaga esensi teater sebagai ruang yang mampu menyatukan masyarakat lintas budaya dan membuka ruang refleksi. Dafoe juga menegaskan bahwa teater tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga medium penting untuk memahami diri dan dunia secara lebih mendalam.

Perayaan Hari Teater Sedunia yang berlangsung pada 25 hingga 27 Maret 2026 di Luxembourg City. Kegiatan ini digelar di bawah naungan UNESCO dan menjadi bagian dari rangkaian Bühnendeeg atau Performing Arts Days, sekaligus menandai 30 tahun THEATER FEDERATIOUN di Luksemburg. Perayaan ini dirancang sebagai ruang terbuka yang partisipatif untuk memperkuat peran teater sebagai sarana refleksi artistik dan keterlibatan etis dalam kehidupan masyarakat modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....