Zona Pastel, Berawal dari Hobi Masak hingga Jadi Peluang Usaha dari Rumah

  • 26 Agt 2026 06:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hobi memasak yang dilakukan untuk mengisi waktu di tengah pandemi Covid-19 justru membuka jalan bagi Asep Fauzi untuk membangun usaha kuliner. Dari dapur dan teras rumah, ia mengembangkan Zona Pastel dengan produk pastel beragam isian yang mengusung jargon “Menul Nokopong-kopong”.

Kisah tersebut dibagikan Asep Fauzi, Owner Zona Pastel, saat menjadi narasumber dalam siaran Ruang UMKM PRO 4 RRI Banjarmasin, Senin, 24 Agustus 2026. Dalam program yang dipandu Awan dan Elly tersebut, Asep menceritakan perjalanan membangun usaha yang dimulai pada 2021, ketika aktivitas masyarakat masih banyak dilakukan dari rumah.

Asep yang sehari-hari berprofesi sebagai guru sekaligus Kepala Sekolah di Pondok Pesantren Almansuroh Banjarbaru, memanfaatkan waktu luang dengan memasak bersama istrinya. Berawal dari kegemaran membuat makanan dan kue, hasil masakan tersebut kemudian dicicipi keluarga serta teman hingga muncul dorongan untuk menjadikannya produk yang bisa dijual.

“Setelah melewati trial and error, setelah dicicipi keluarga dan teman, muncul pemikiran kenapa tidak dijual saja,” ujar Asep.

Penjualan pada awalnya dilakukan secara sederhana melalui status WhatsApp dan grup jual beli di Facebook. Seiring berkembangnya usaha, Asep mulai memperhatikan kemasan, logo hingga membuat booth sederhana di teras rumah di kawasan Kompleks Adi Upaya, Jalan Resam Ulin Timur.

Zona Pastel kemudian memperluas jangkauan pemasaran melalui media sosial, termasuk Instagram, grup jual beli serta layanan pesan-antar makanan. Konsep tersebut membuat usaha tetap dapat berjalan tanpa mengharuskan Asep meninggalkan profesinya sebagai pendidik.

Nama “Zona Pastel” dipilih karena usaha tersebut menawarkan pastel dengan beragam isian. Tidak hanya varian gurih seperti kentang, wortel dan ayam suwir, Zona Pastel juga menghadirkan pilihan manis pisang cokelat lumer serta varian ayam suwir pedas rempah.

Sementara jargon “Menul Nokopong-kopong” digunakan untuk menegaskan karakter produk yang tidak pelit isian. Asep menjelaskan, jargon tersebut terinspirasi dari pengalamannya ketika membeli pastel yang terkadang memiliki isian cukup sedikit dibandingkan ukuran produknya.

“Makanya kami membuat jargon ini, no kopong-kopong, untuk meyakinkan konsumen bahwa isiannya cukup banyak dan sesuai dengan harga,” jelasnya.

Perjalanan usaha Zona Pastel juga tidak lepas dari proses evaluasi. Asep mengaku pernah mengalami kegagalan ketika mencoba metode penyimpanan produk frozen. Produk yang dibuat dalam kondisi mentah kemudian langsung dimasukkan ke freezer ternyata mengalami kerusakan dan sempat dikeluhkan pelanggan.

Dari pengalaman tersebut, Asep melakukan evaluasi dan menemukan teknik yang dinilai lebih sesuai, yakni menggoreng pastel hingga setengah matang, mendinginkannya pada suhu ruang, kemudian menyimpannya di freezer. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses belajar mengembangkan produk.

“Ketika itu kami ucapkan terima kasih kepada pelanggan tersebut. Kami evaluasi dan kami perbaiki. Alhamdulillah sampai sekarang kami pertahankan dan tidak sampai terjadi lagi,” katanya.

Saat ini, Zona Pastel melayani penjualan produk matang maupun frozen. Varian original berisi kentang, wortel dan ayam suwir menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati, terutama konsumen dewasa. Sementara pisang cokelat lumer lebih banyak disukai anak-anak, sedangkan varian ayam suwir pedas rempah menjadi pilihan konsumen remaja.

Menariknya, pemasaran Zona Pastel kini lebih banyak mengandalkan sistem online. Asep mengatakan layanan pemesanan bahkan dapat berlangsung selama 24 jam karena usaha dijalankan dari rumah. Sistem tersebut memungkinkan dirinya tetap menjalankan aktivitas sebagai guru sekaligus melayani pelanggan.

“Memang kita fokusnya lebih ke online. Kita maksimalkan saja untuk melayani secara online,” ungkap Asep.

Pengalaman menjalankan usaha juga membuat Asep semakin memahami pentingnya strategi operasional. Salah satunya ketika menghadapi kendala mendapatkan pengemudi layanan pesan-antar saat hujan atau pada momentum tertentu yang membuat permintaan meningkat. Kini, ia memilih memastikan pengemudi tersedia terlebih dahulu sebelum produk dibuat.

Untuk produk frozen, Zona Pastel menyebut penyimpanan di freezer dapat bertahan sekitar satu bulan. Selain penjualan harian, usaha tersebut juga menerima pesanan untuk berbagai kegiatan, termasuk acara keluarga dan kebutuhan takjil selama Ramadan yang dapat mencapai ratusan potong per hari.

Kisah Zona Pastel menunjukkan bahwa peluang UMKM dapat tumbuh dari hal sederhana, termasuk hobi yang ditekuni secara konsisten. Dengan keberanian mencoba, menerima masukan pelanggan dan melakukan evaluasi, aktivitas memasak di rumah akhirnya berkembang menjadi usaha yang tetap berjalan berdampingan dengan profesi utama.

Melalui Ruang UMKM, PRO 4 RRI Banjarmasin terus menghadirkan cerita dan pengalaman pelaku usaha lokal sebagai sumber inspirasi bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha. Program tersebut hadir setiap Senin hingga Rabu pukul 11.00–12.00 WITA melalui PRO 4 RRI Banjarmasin di frekuensi 87,7 FM dan 105,9 FM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....