Bolen Pisang Acil Wadai, Produk Rumahan yang Terus Berkembang lewat Kepuasan Pelan
- 09 Jul 2026 05:21 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Berawal dari kegemaran membuat kue sejak kecil dan hanya mencoba menjual kepada teman-teman, produk Bolen Pisang milik UMKM Acil Wadai kini berhasil menjangkau pelanggan dari luar daerah. Kisah tersebut dibagikan pemilik usaha, Nor Halimah, dalam siaran Ruang UMKM Pro 4 RRI Banjarmasin, Senin, 6 Juli 2026 bersama Kyan sebagai Host.
Halimah mengatakan, usaha yang dirintisnya berawal dari hobi membuat kue. Produk pertama yang dipasarkan adalah Putri Keraton, kemudian berkembang ke berbagai jenis kue kering hingga akhirnya memproduksi bolen pisang yang kini menjadi produk unggulan.
"Awalnya cuma coba-coba karena memang dari kecil suka bikin kue. Dijual ke teman-teman, ternyata banyak yang suka dan akhirnya repeat order. Dari situ pelanggannya terus bertambah sampai ada yang dari luar daerah," ujarnya.
Ia mengungkapkan, bolen pisang yang diproduksinya baru berjalan sekitar satu tahun. Meski demikian, permintaan terus meningkat, bahkan hampir setiap hari selalu ada pesanan.
"Kalau bolen sekarang hampir tidak pernah sepi pesanan. Sempat libur seminggu kemarin bukan karena tidak ada pembeli, tetapi karena bahan cokelat premium dari pemasok sedang kosong. Saya memilih menunggu daripada menurunkan kualitas produk," katanya.
Halimah menjelaskan, proses menemukan resep terbaik tidak berlangsung singkat. Ia membutuhkan waktu hampir tiga bulan untuk melakukan berbagai percobaan sebelum mendapatkan tekstur dan cita rasa yang sesuai.
"Hampir tiga bulan saya terus mencoba. Berkali-kali gagal, ada yang bocor saat dipanggang, ada yang hasilnya belum sesuai. Setelah tahu takaran yang pas, akhirnya baru berani dijual," ujarnya menceritakan awal mula mengusahakan.
Selain bolen pisang, UMKM Acil Wadai juga memproduksi aneka kue kering seperti nastar, putri salju, sagu keju, kastengel, serta berbagai kue khas Banjar sesuai pesanan. Saat musim Ramadan dan Idulfitri, produksi kue kering dapat mencapai ratusan toples.
"Kalau musim Lebaran produksi kue kering bisa penuh selama satu bulan. Pesanan pernah mencapai hampir 200 toples. Alhamdulillah pelanggan tidak hanya dari Banjarmasin, tetapi juga dari luar daerah," ucapnya.
Menurutnya, keberhasilan mengembangkan usaha tidak lepas dari promosi sederhana melalui kepuasan pelanggan.
"Saya tidak punya strategi pemasaran yang rumit. Lebih banyak dari mulut ke mulut. Saya percaya kalau produknya enak dan pelayanannya baik, pelanggan akan merekomendasikan ke orang lain," katanya.
Dalam sesi interaktif, saat pa Amrullah dari Banjar Indah bertanya soal izin usaha. Halimah juga menyampaikan bahwa legalitas usahanya saat ini sedang diproses, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
"Insyaallah bulan ini proses NIB dan sertifikat halal selesai. Harapannya tentu supaya usaha semakin dipercaya masyarakat dan bisa berkembang lebih luas lagi," katanya.
Ia berharap UMKM lokal terus mendapat dukungan masyarakat agar produk-produk khas Banjar mampu bersaing dan dikenal lebih luas, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin memulai usaha dari hobi yang dimiliki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....