Sasirangan Pewarna Alami, Inovasi Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomi

  • 20 Apr 2026 19:53 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sasirangan sebagai kain tradisional khas Kalimantan Selatan terus berkembang melalui inovasi para pengrajin lokal. Salah satu terobosan yang kini dikembangkan adalah penggunaan pewarna alami berbasis daun yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai estetika dan ekonomi produk.

Pemilik usaha D’Daunan Collection, Riza Aspihany, mengatakan penggunaan pewarna alami menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan bahan sintetis. Pewarna dari daun seperti ketapang, mangga, dan jati mampu menghasilkan warna yang lembut serta unik.

Menurutnya, setiap kain sasirangan yang dihasilkan memiliki corak khas yang berbeda. Hal ini karena proses pewarnaan alami sangat dipengaruhi oleh kondisi bahan serta teknik pengolahan.

“Seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk berkelanjutan, pasar internasional mulai melirik sasirangan dengan pewarna alam. Hal ini dianggap lebih eksklusif dan memiliki nilai budaya tinggi,” ujarnya dalam acara UMKM Bicara di RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 20 April 2026.

Ia menambahkan, proses pembuatan sasirangan dengan pewarna daun membutuhkan ketelitian lebih. Daun-daunan harus melalui tahap ekstraksi untuk menghasilkan pigmen warna sebelum kain dicelupkan secara bertahap hingga mencapai hasil yang diinginkan.

Riza berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui pelatihan dan promosi. Langkah ini dinilai penting agar sasirangan pewarna alami mampu bersaing di pasar global sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Dengan perpaduan tradisi dan inovasi, sasirangan pewarna daun menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu menjawab tantangan zaman. Selain itu, inovasi ini juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....