Dinas Koperasi Banjarmasin Siapkan Penguatan Program UMKM 2026

  • 18 Des 2025 07:27 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Di penghujung 2025, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin memastikan layanan bagi pelaku UMKM tetap berjalan, sekaligus menyiapkan penguatan program pada 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Rosehan Fahlifi, S.K.M., dalam program Ruang UMKM di RRI Pro 4 Banjarmasin, Selasa (16/12/2025).

Rosehan menjelaskan, pada sisa akhir tahun 2025 tidak ada lagi kegiatan pelatihan maupun fasilitasi baru karena memasuki masa penutupan anggaran. Meski demikian, layanan kepada pelaku UMKM tetap berjalan.

“Untuk tahun 2025 ini memang sudah mendekati akhir, sehingga tidak ada lagi kegiatan pelatihan. Namun, kami tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama perizinan dan layanan lainnya, seperti pemanfaatan fasilitas promosi,” ujarnya.

Memasuki 2026, pihaknya kembali menjalankan tugas pokok dan fungsi pemberdayaan usaha mikro melalui penyiapan kebijakan teknis, pembinaan, koordinasi, fasilitasi, hingga evaluasi pengembangan UMKM. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas kewirausahaan yang belum dilaksanakan pada 2025.

“Pada 2026 nanti kami mulai melaksanakan pelatihan kewirausahaan yang sebelumnya belum ada. Selain itu, inkubator bisnis akan ditingkatkan dari 20 menjadi 25 tenant,” katanya.

Rosehan menambahkan, inkubator bisnis menjadi salah satu program unggulan dengan tujuan menjaga keberlangsungan lebih dari 26 ribu UMKM di Kota Banjarmasin, sekaligus menambah jumlah pelaku usaha baru. Inkubator tersebut dirancang secara berjenjang, mulai pra-inkubator hingga pascainkubator, agar pelaku usaha benar-benar siap mandiri dan bermitra.

Selain itu, fasilitasi permodalan tetap disiapkan melalui program Rumah UMKM Maju Sejahtera (Rumara) guna mendukung keberlanjutan usaha UMKM dengan skema pembiayaan yang tidak memberatkan. Namun, pelaksanaannya masih menunggu penyempurnaan kerja sama dengan pihak perbankan.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama seluruh program tersebut adalah mendorong penumbuhan, pengembangan, dan pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan. Upaya tersebut diarahkan agar pelaku UMKM mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas di tengah persaingan serta arus digitalisasi.

“Jumlah UMKM di Banjarmasin sekitar 26 ribu lebih. Tidak hanya dipertahankan agar tetap eksis, tetapi juga harus terus bertambah dan naik kelas di tengah persaingan serta digitalisasi,” ujar Rosehan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....