BSI Catat Rekor 24,3 Juta Nasabah usai Transformasi Teknologi
- 22 Agt 2026 08:41 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat jumlah nasabah tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sebesar 24,3 juta hingga Juni 2026.
- Peningkatan signifikan nasabah terjadi sejak Januari 2026 dengan rata-rata pertambahan lebih dari 200 ribu nasabah per bulan setelah transformasi teknologi selesai pada Mei 2026.
- Perkuatan fondasi teknologi dan kapabilitas digital menjadi pendorong utama kinerja solid BSI di Semester I 2026 dan membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menutup Semester I 2026 dengan kinerja solid setelah memperkuat fondasi teknologi dan kapabilitas digital. Transformasi tersebut mendorong jumlah nasabah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah BSI sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang semakin luas.
Hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 24,3 juta atau menjadi yang tertinggi sejak perseroan berdiri. Pertumbuhan tersebut semakin terlihat sejak Januari dan meningkat lebih dari 200 ribu nasabah per bulan setelah transformasi teknologi rampung pada Mei 2026.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan investasi teknologi yang dilakukan perseroan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas sistem, tetapi juga menghadirkan pengalaman transaksi yang cepat, aman, dan andal. Menurutnya, teknologi kini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan kepercayaan nasabah.
“Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional, bagi BSI teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis,” ujar Anggoro, Jumat, 21 Agustus 2026. “Semakin baik pengalaman nasabah, semakin besar peluang akuisisi dan pengembangan ekosistem layanan keuangan syariah.”
Penguatan teknologi juga menopang perkembangan BYOND by BSI yang kini menjadi kanal utama transaksi digital nasabah. Sepanjang 2026, aplikasi tersebut telah mencatat sekitar satu miliar akses login dengan layanan terintegrasi, mulai dari transaksi harian, investasi, pembiayaan, emas, hingga kebutuhan haji dan umrah.
BSI turut memperluas layanan digital melalui Hasanah KKI Card Digital yang menjadi kartu KKI syariah pertama di Indonesia. Melalui layanan tersebut, nasabah dapat mengakses pembiayaan virtual mulai dari Rp4 juta hingga Rp100 juta secara lebih mudah dan waktu nyata melalui aplikasi BYOND by BSI.
Ekosistem digital BSI juga semakin berkembang dengan hadirnya berbagai fitur, seperti Nabung Rutin Haji, Gadai dari Cicil Emas yang akan lunas, serta pembukaan rekening yang terintegrasi dengan tabungan emas dan tabungan haji. Hingga Juni 2026, BSI melayani 7,69 juta nasabah haji, 1,22 juta nasabah emas, 594,6 ribu nasabah cicil emas, 209,7 ribu nasabah gadai emas, dan lebih dari 585 ribu merchant QRIS.
Dari sisi keuangan, BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 11 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga meningkat 22 persen menjadi Rp393 triliun, dengan dana murah atau CASA mencapai Rp238 triliun sehingga memperkuat struktur pendanaan perseroan.
Pembiayaan tumbuh di berbagai segmen dengan total pembiayaan wholesale mencapai Rp95 triliun, ritel dan UMKM Rp55,83 triliun, serta konsumer Rp189,25 triliun. Kualitas aset tetap terjaga dengan NPF gross sebesar 1,80 persen dan NPF net 0,33 persen, sementara total aset BSI mencapai Rp464,5 triliun atau tumbuh 16 persen secara tahunan.
Anggoro menegaskan rekor jumlah nasabah bukan menjadi tujuan akhir, melainkan pintu masuk bagi pengembangan bisnis yang lebih besar. Menurutnya, BSI akan terus meningkatkan nilai layanan melalui pengembangan teknologi dan ekosistem digital yang semakin terintegrasi.
“Ke depan, fokus kami bukan hanya menambah jumlah nasabah, tetapi meningkatkan nilai yang dapat kami berikan kepada setiap nasabah,” katanya. “Layanan digital akan terus kami kembangkan agar semakin relevan, mudah, dan terintegrasi.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....