Keuangan Digital Perlu Berlandaskan Prinsip Syariah
- 01 Agt 2026 13:46 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Tidak semua inovasi keuangan digital membawa manfaat
- Unsur riba, gharar, dan maysir menjadi batas dalam penggunaan layanan digital
- Literasi syariah diperlukan agar masyarakat terhindar dari kerugian
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kemajuan teknologi keuangan digital perlu diiringi kewaspadaan agar tidak berubah menjadi sumber kerugian bagi masyarakat. Pemahaman terhadap prinsip syariah menjadi bekal penting dalam memilih berbagai layanan keuangan yang semakin beragam.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari, Elida Mahriani, S.E.I., M.M., dalam dialog Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 1 Agustus 2026. Menurutnya, kemudahan mengakses pinjaman, investasi, maupun transaksi digital kerap membuat masyarakat tergiur tanpa memahami risiko yang menyertainya.
“Suatu inovasi akan kehilangan nilai maslahat apabila mengandung unsur riba, gharar, atau maysir. Ketiga hal tersebut justru dapat merusak tujuan syariat dalam menjaga harta dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Elida Mahriani.
Ia menjelaskan, praktik pinjaman online ilegal dengan bunga berlipat, investasi bodong berkedok aplikasi, hingga sistem permainan berbasis untung-untungan merupakan contoh inovasi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian finansial sekaligus mengganggu ketenangan hidup masyarakat.
“Jangan hanya melihat prosesnya yang cepat dan mudah. Perhatikan juga apakah sistemnya transparan, memiliki aset yang jelas, serta tidak mengandung praktik yang dilarang dalam syariat,” katanya.
Elida menilai penguatan literasi keuangan syariah menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya transformasi digital. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu membedakan layanan yang benar-benar memberikan manfaat dengan yang berpotensi menimbulkan mudarat.
“Para pengembang hendaknya menghadirkan produk yang adil dan berpihak kepada masyarakat, sedangkan konsumen harus bijak memilih layanan keuangan digital. Teknologi seharusnya menjadi jalan menuju kesejahteraan, bukan menjadi penyebab kesulitan hidup,” ujar Elida.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....