Kampung Toleransi, Wujudkan Kerukunan di tengah Keberagaman

  • 03 Okt 2026 17:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Semangat membangun kehidupan masyarakat yang rukun di tengah keberagaman menjadi pembahasan dalam program Panderan Baisukan Pro4 RRI Banjarmasin bersama Laung Kuning Banjar. Panderan Baisukan mengangkat tema “Kampung Toleransi”.

"Kampung Toleransi merupakan upaya membangun lingkungan yang mampu menjaga kerukunan masyarakat di tengah perbedaan agama, suku, budaya dan latar belakang sosial," kata Mantan Lurah Kampung Gedang Annisa Ellina, Selasa 28 September 2026

Menurutnya, toleransi perlu diwujudkan melalui kehidupan sehari-hari, termasuk saling menghormati dan menjaga hubungan baik antarwarga. Toleransi itu bukan hanya sebuah konsep, tetapi bagaimana kita bisa hidup berdampingan, saling menghargai dan menjaga lingkungan bersama,

Sementara itu, Pembina Laung Kuning Banjar Banjarmasin Zulfaisal Putra menilai nilai-nilai budaya Banjar memiliki keterkaitan erat dengan semangat toleransi. Filosofi Kayuh Baimbai yang mengandung semangat bekerja dan bergerak bersama dinilai relevan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Kayuh Baimbai mengajarkan kita untuk bersama-sama, saling membantu dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Nilai ini sangat penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam,” katanya.

Ketua Ikatan Kerukunan Antar Suku Bangsa (IKASBA) Kalsel Aliansyah Mahadi mengatakan, keberagaman masyarakat Banjarmasin merupakan bagian dari kekuatan yang perlu dirawat bersama. Organisasi masyarakat, paguyuban dan komunitas memiliki peran dalam membuka ruang interaksi melalui kegiatan sosial maupun budaya.

Dari perspektif kehidupan antarumat beragama, Kepala Vihara Dhammasoka Banjarmasin YM. Bhante Saddhaviro Maha Thera menekankan pentingnya menghormati keyakinan masing-masing. Toleransi menurutnya dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga sikap, ucapan dan memberikan ruang kepada orang lain untuk menjalankan keyakinannya.

“Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi tetap bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati dan saling membantu,” ungkapnya.

Program Panderan Baisukan bersama Laung Kuning Banjar menegaskan bahwa Kampung Toleransi bukan sekadar nama atau program, tetapi merupakan upaya membangun budaya hidup bersama. Kerukunan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti menghormati tetangga, bergotong royong, membantu ketika ada yang membutuhkan, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan musyawarah.

"Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh sehingga keberagaman menjadi kekuatan dalam mewujudkan Banjarmasin yang damai, rukun dan harmonis," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....