Membuka Hati untuk Ilmu dan Kebaikan

  • 03 Okt 2026 10:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menjalani kehidupan dengan hati terbuka menjadi salah satu kunci agar seseorang terus belajar, memperbaiki diri, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Dalam perumpamaan sederhana, gelas kosong menggambarkan hati dan pikiran yang siap menerima ilmu serta nasihat.

"Seseorang tidak seharusnya merasa telah mengetahui segala sesuatu, karena kehidupan merupakan proses belajar yang tidak pernah berhenti,” ujar Ustadz H. Reza Ferdian, Lc., M.Pd., dalam Hikmah Subuh Pro4 RRI Banjarmasin, Senin 28 September 2026.

Tema Hikmah Subu adalah “Gelas Kosong, Hati Terbuka, Hidup Penuh Manfaat”. Menurut ustaz Reza, kita harus memiliki sikap seperti gelas kosong, artinya selalu merasa masih perlu belajar, masih perlu mendapatkan nasihat dan masih banyak hal yang belum kita ketahui.

Dikatakan, hati yang terbuka juga membuat seseorang lebih mudah menerima masukan, termasuk ketika mendapatkan kritik terhadap dirinya. Kritik tidak selamanya harus dipandang sebagai sesuatu yang menyakitkan, tetapi dapat menjadi bahan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kekurangan.

Ustaz Reza mengatakan, ilmu yang diperoleh juga tidak cukup hanya disimpan sebagai pengetahuan. Ilmu seharusnya memberikan perubahan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Karena itu, seseorang perlu berusaha mengamalkan apa yang telah dipelajarinya, sehingga ilmu tersebut tidak berhenti pada pemahaman, tetapi memberikan dampak nyata dalam kehidupan.

Ustaz Reza mengingatkan, menjadi manusia yang bermanfaat tidak selalu harus melalui hal-hal besar. Kebaikan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti membantu keluarga, menghormati orang tua, menjaga hubungan dengan tetangga, berbagi pengetahuan, maupun memberikan perhatian kepada orang yang membutuhkan.

“Untuk menjadi orang yang bermanfaat, kita tidak harus menunggu kaya atau memiliki kedudukan. Dari hal kecil yang kita mampu lakukan, kalau dilakukan dengan ikhlas, itu sudah menjadi bagian dari manfaat,” ucapnya.

Ustaz Reza mengajak masyarakat untuk menjadikan setiap pengalaman sebagai proses pembelajaran. Kesalahan, kegagalan maupun persoalan hidup dapat menjadi guru yang mengajarkan seseorang untuk lebih dewasa dan bijaksana.

?Dengan hati yang terbuka, setiap pengalaman dapat diambil hikmahnya untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatkan kualitas diri," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....