GWK Bali, Dari Gagasan Panjang Menjadi Ikon Indonesia

  • 21 Sep 2026 10:50 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, menjadi salah satu karya monumental yang memadukan seni, budaya dan teknologi konstruksi. Patung yang dirancang oleh seniman Bali I Nyoman Nuarta tersebut akhirnya rampung pada September 2018 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 September 2018.

Mengutip dari laman GWK Cultural Park, khususnya informasi sejarah dan fakta GWK dijelaskan bahwa Pembangunan GWK merupakan perjalanan panjang. Gagasan pembangunannya telah dimulai sejak dekade 1980-an, sementara proses pengerjaan patung berlangsung secara bertahap hingga akhirnya dapat diselesaikan pada 2018.

Dalam proses pembangunannya, sekitar 1.000 pekerja dan karyawan terlibat, termasuk putra daerah yang ikut berkontribusi dalam pengerjaan karya tersebut. Patung tersebut menggambarkan Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda. Dalam mitologi Hindu, Garuda dikenal sebagai wahana atau kendaraan Dewa Wisnu.

Situs resmi GWK mencatat bahwa GWK tidak hanya dirancang sebagai bangunan monumental, tetapi juga membawa unsur cerita dan nilai budaya yang kuat. Dari sisi ukuran, patung GWK memiliki ketinggian sekitar 121 meter. Dengan ukuran tersebut, GWK menjadi salah satu patung monumental terbesar di Indonesia.

Kehadiran GWK kemudian memperkuat kawasan tersebut sebagai taman budaya dan destinasi pariwisata. GWK Cultural Park memiliki luas sekitar 60 hektare dan dilengkapi sejumlah ruang pertunjukan serta kawasan budaya, antara lain Plaza Wisnu, Lotus Pond, Festival Park dan Amphitheater.

Tidak lama setelah penyelesaiannya, GWK juga mendapat perhatian dalam berbagai kegiatan berskala internasional. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi dalam rangkaian IMF-World Bank Annual Meeting 2018 yang berlangsung di Bali.

Penggunaan GWK sebagai ruang kegiatan internasional kembali terlihat pada KTT G20 Bali 2022. Pada 15 November 2022, kawasan GWK menjadi lokasi jamuan makan malam bagi para pemimpin negara dan organisasi internasional peserta KTT G20. Peristiwa tersebut semakin memperkenalkan GWK sebagai salah satu ikon budaya dan pariwisata Indonesia kepada dunia.

Kini, Patung Garuda Wisnu Kencana tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga bagian dari ruang untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia. Perjalanan panjang pembangunannya menunjukkan bagaimana sebuah gagasan seni monumental dapat berkembang menjadi ikon budaya, pariwisata dan tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....