Falsafah Memayu Hayuning Bawana dan Maknanya bagi Masyarakat Jawa

  • 18 Sep 2026 15:07 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Falsafah Jawa Memayu Hayuning Bawana mengajarkan manusia untuk menjaga keselarasan dan keharmonisan alam sebagai penjaga keseimbangan dunia, bukan sebagai penguasa.
  • Konsep ini diterangkan oleh Sulisno, S.Sn., M.A. dalam program Ragam Budaya Sambung Roso RRI Pro4 Banjarmasin pada Rabu, 16 September 2026.
  • Perilaku manusia memiliki peran sangat penting dalam menentukan kondisi alam dan lingkungan sekitarnya sesuai dengan prinsip-prinsip filosofi ini.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Falsafah Jawa Memayu Hayuning Bawana mengajarkan manusia untuk menjaga keselarasan dan keharmonisan alam. Konsep tersebut menempatkan manusia sebagai penjaga keseimbangan dunia, bukan sebagai penguasa alam.

Hal tersebut disampaikan Sulisno, S.Sn., M.A., dalam program Ragam Budaya Sambung Roso RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 16 September 2026. Menurutnya, perilaku manusia sangat menentukan kondisi alam dan lingkungan di sekitarnya.

“Manusia menjadi makhluk yang paling menentukan dalam kehidupan alam ini. Oleh karena itu, baik atau tidaknya, indah atau tidaknya alam ditentukan oleh perilaku manusia,” ujarnya.

Sulisno menjelaskan, secara filosofis Memayu Hayuning Bawana dimaknai sebagai kewajiban manusia untuk menjaga keselamatan, keindahan, dan keharmonisan dunia. Nilai tersebut mencakup dimensi alam, sosial, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Menurutnya, falsafah tersebut dapat diterapkan melalui berbagai tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Menghemat energi, misalnya, menjadi salah satu bentuk peran manusia sebagai pamomong atau pengasuh alam.

Sulisno berharap Memayu Hayuning Bawana dapat menjadi salah satu dasar dalam membangun etika lingkungan dan kebijakan. Falsafah tersebut dinilai tetap relevan dengan persoalan tata ruang dan pengelolaan bencana saat ini.

Kearifan lokal tersebut juga dapat menjadi penghubung antara etika masyarakat dan kebijakan tata ruang. Konsep ini mengingatkan agar pembangunan dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian alam dan tidak didorong oleh keserakahan maupun eksploitasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....