Tradisi Beayun Maulid di Masjid Baiturrahmah Anjir Muara Lama
- 12 Sep 2026 19:48 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad dan tradisi beayun maulid diselenggarakan di Masjid Baiturrahmah, Desa Anjir Muara Lama, Kabupaten Barito Kuala dengan melibatkan 55 anak peserta.
- Acara mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, dengan peserta tidak hanya berasal dari desa setempat tetapi juga dari beberapa daerah sekitar.
- Partisipasi masyarakat dari luar desa, termasuk dari Banjarbaru, menunjukkan daya tarik dan signifikansi tradisi beayun maulid di kawasan Barito Kuala.
RRI.CO.ID, Batola - Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw sekaligus tradisi beayun maulid digelar di Masjid Baiturrahmah, Desa Anjir Muara Lama Km 21, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu, 12 September 2026. Tradisi tersebut diikuti 55 anak dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Warga yang menghadiri acara tidak hanya berasal dari Desa Anjir Muara Lama, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar. Bahkan, sejumlah warga dari Banjarbaru datang untuk mengikuti tradisi beayun maulid di Masjid Baiturrahmah.
Salah seorang orang tua peserta, Mardiana, mengatakan dirinya telah mengikuti beayun maulid selama tiga tahun berturut-turut. Ia berharap keikutsertaannya dapat menjadi sarana untuk mengenalkan budaya kepada anaknya.
"Saya mengikuti beayun ini sudah tiga tahun dan alhamdulillah tahun ini bisa mengikuti lagi," ujar Mardiana. “Saya berharap kegiatan ini sekaligus bisa mengenalkan budaya kepada anak.”

Panitia Pelaksana Maulid Nabi Muhammad saw dan Beayun Maulid, Yustan, mengatakan tradisi tersebut rutin dilaksanakan dari tahun ke tahun. Menurutnya, beayun maulid menjadi momentum untuk mengambil keberkahan sekaligus mengajarkan anak-anak berselawat kepada Nabi Muhammad saw.
“Alhamdulillah, kegiatan sudah berjalan dari tahun ke tahun. Kita mengambil keberkahan sekaligus mengajarkan kepada anak-anak tentang selawat kepada Nabi Muhammad saw,” kata Yustan.

Sekretaris Camat Anjir Muara, Muhammad Royani, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti tradisi beayun maulid. Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menyemarakkan syiar Islam.
Royani juga berharap tradisi beayun maulid tetap dilestarikan dan mendapat dukungan masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjaga keberlangsungan budaya masyarakat setempat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw dan beayun maulid diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat kepada Rasulullah. Selain itu, tradisi tersebut diharapkan terus dikenalkan kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....