Ucapan Kasar Berpotensi Merusak Keharmonisan Keluarga

  • 01 Sep 2026 20:19 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Komunikasi yang kasar dan tidak terkendali dapat merusak keharmonisan keluarga secara perlahan dari dalam.
  • Kenyamanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh aspek fisik seperti bangunan dan perabot, tetapi juga oleh kualitas komunikasi anggota keluarga.
  • Suara tinggi, sindiran, dan perkataan yang saling melukai dapat menghilangkan rasa nyaman di dalam rumah keluarga.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ucapan yang kasar dan tidak terkendali dapat perlahan merusak keharmonisan keluarga dari dalam. Komunikasi yang dipenuhi suara tinggi, sindiran, serta perkataan yang saling melukai dapat menghilangkan rasa nyaman di dalam rumah.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Hj. Mariyatul Norhidayati Rahmah, M.Si., saat program Tabligh Udara RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 1 September 2026. Menurutnya, kenyamanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh bangunan, perabot, dan berbagai fasilitas, tetapi juga cara anggota keluarga berkomunikasi.

“Rumah yang setiap hari dipenuhi suara tinggi dan ucapan yang menyakitkan bisa kehilangan rasa damainya,” kata Hj. Mariyatul Norhidayati Rahmah. “Bukan karena bangunannya tidak baik, tetapi karena lisan orang-orang di dalamnya tidak mampu menjaga perasaan satu sama lain.”

Ia menjelaskan, luka akibat perkataan dapat terjadi dalam berbagai hubungan, mulai dari suami dan istri hingga orang tua dan anak. Ucapan yang merendahkan, membandingkan, atau menyindir dapat meninggalkan persoalan emosional yang tidak selalu terlihat secara langsung.

“Kadang satu kalimat yang keluar ketika sedang marah bisa membekas sangat lama di hati pasangan atau anak,” ujarnya. “Karena itu, sebelum berbicara kita perlu mempertimbangkan apakah ucapan tersebut akan memperbaiki keadaan atau justru menambah luka.”

Menjaga lisan bukan berarti setiap persoalan harus didiamkan atau dihindari, tetapi menyelesaikannya dengan cara yang tepat dan tidak memperbesar konflik. Perbedaan pendapat tetap dapat disampaikan dengan bahasa yang santun, pada waktu yang tepat, dan dengan tujuan mencari jalan keluar.

“Kalau ada masalah dalam keluarga, sampaikan dengan baik dan jangan menjadikan emosi sebagai alasan untuk melukai orang lain,” ucapnya. “Rumah seharusnya menjadi tempat untuk mendapatkan ketenangan, sehingga setiap anggota keluarga perlu ikut menjaga kata-kata agar keharmonisan tidak terbakar oleh api lisan sendiri.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....