Museum Rakyat HSS Simpan Sejarah dan Budaya Masyarakat

  • 29 Agt 2026 15:06 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Museum Rakyat di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan menyimpan berbagai koleksi sejarah perjuangan dan budaya masyarakat lokal.
  • Museum dapat dikunjungi masyarakat tanpa biaya masuk setiap Senin hingga Jumat.
  • Komunitas Palalah mengadakan ekspedisi ke Museum Rakyat pada tanggal 27 Agustus 2026 untuk mendokumentasikan warisan budaya setempat.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Museum Rakyat di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, menyimpan berbagai koleksi sejarah perjuangan dan budaya masyarakat setempat. Museum yang buka setiap Senin hingga Jumat tersebut dapat dikunjungi masyarakat tanpa dikenakan biaya masuk.

Hal tersebut dibahas anggota Komunitas Palalah, Arif dan Erwin, dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 29 Agustus 2026. Sebelumnya, Komunitas Palalah mengadakan ekspedisi ke Museum Rakyat pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Erwin mengatakan, Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan diresmikan pada 31 Desember 2015 oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui pengalihan fungsi gedung menjadi museum. Museum tersebut memuat profil tokoh dan masyarakat Hulu Sungai Selatan, termasuk masyarakat Pegunungan Meratus, serta berbagai peninggalan dan kisah perjuangan rakyat dalam memperoleh kemerdekaan.

"Ada profil orang-orang Hulu Sungai, termasuk orang-orang Pegunungan Meratus," ujar Erwin. “Kemudian juga berisi segala peninggalan, kisah, dan memori perjuangan rakyat Hulu Sungai Selatan dalam memperoleh kemerdekaan.”

Ia menjelaskan, museum juga menampilkan profil masyarakat Dayak Meratus dan foto-foto kegiatan aruh atau upacara adat. Koleksi lainnya berupa replika balai adat, perabotan rumah tangga, serta alat berburu tradisional seperti tombak.

Arif menambahkan, lantai satu museum terbagi menjadi dua bagian. Bagian depan berisi benda-benda peninggalan perjuangan Divisi IV ALRI, sedangkan bagian lainnya menampilkan peralatan masyarakat Dayak Meratus, seperti tongkat dan jukung.

"Lantai dua berisi tentang kesenian orang Hulu Sungai, seperti gamelan dan bahkan ada juga kamar pengantin," ujar Arif. “Dulu sebelum menjadi museum, itu menjadi markas berkumpulnya pejuang-pejuang, kemudian menjadi aula serbaguna dan menjadi museum.”

Erwin dan Arif berharap keberadaan Museum Rakyat semakin dikenal dan menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Menurut mereka, museum dapat menjadi sarana wisata edukasi untuk mengenal sejarah, perjuangan, dan kebudayaan masyarakat Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....