Hari Masyarakat Adat Sedunia 2026, Ini Tema dan Maknanya

  • 09 Agt 2026 18:13 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia diperingati setiap 9 Agustus untuk meningkatkan perhatian dunia terhadap hak, keberadaan, dan kesejahteraan masyarakat adat.
  • Penetapan tanggal 9 Agustus dilakukan melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 49/214 yang disahkan pada 23 Desember 1994.
  • Tema peringatan tahun 2026 adalah 'Menghormati Bidan Masyarakat Adat: Menjaga Kehidupan dan Kesejahteraan' yang fokus pada peran penting bidan tradisional.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia diperingati setiap 9 Agustus untuk meningkatkan perhatian dunia terhadap hak, keberadaan, dan kesejahteraan masyarakat adat. Pada 2026, peringatan ini mengangkat tema "Honouring Indigenous Midwives: Safeguarding Life and Well-being" atau "Menghormati Bidan Masyarakat Adat: Menjaga Kehidupan dan Kesejahteraan".

Mengutip situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), penetapan 9 Agustus sebagai Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia dilakukan melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 49/214 pada 23 Desember 1994. Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang pertemuan pertama Kelompok Kerja PBB tentang Penduduk Asli yang berlangsung pada 9 Agustus 1982.

Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran global mengenai pentingnya perlindungan hak masyarakat adat. Pesan tersebut mencakup penghormatan terhadap identitas, budaya, tradisi, serta hak masyarakat adat atas wilayah dan sumber daya yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Masyarakat adat dikenal sebagai penjaga sekaligus pewaris berbagai budaya dan pengetahuan yang berkembang secara turun-temurun. Mereka memiliki karakteristik sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang berbeda meskipun hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya.

Dalam sejarahnya, masyarakat adat menghadapi berbagai persoalan terkait pengakuan identitas, hak atas tanah, wilayah, serta pengelolaan sumber daya alam tradisional. Kondisi tersebut membuat masyarakat adat di berbagai belahan dunia masih menghadapi kerentanan dan kesenjangan dalam pemenuhan hak.

Komunitas internasional kini semakin menyadari perlunya kebijakan dan langkah khusus untuk melindungi masyarakat adat. Upaya tersebut diperlukan agar hak mereka tetap dihormati sekaligus menjaga keberlangsungan budaya, tradisi, dan cara hidup yang telah diwariskan antargenerasi.

Melalui Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2026, PBB mengajak masyarakat dunia memberikan perhatian lebih terhadap peran masyarakat adat dalam menjaga kehidupan dan kesejahteraan komunitas. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya membangun lingkungan yang menghormati keberagaman, kesetaraan, serta hak masyarakat adat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....