Gunakan Gawai dan Merokok saat Berkendara Ganggu Keselamatan Jalan

  • 09 Agt 2026 15:09 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Penggunaan gawai dan merokok saat berkendara masih menjadi perilaku umum di jalan raya meskipun membahayakan keselamatan dan ketertiban.
  • Program Ragam Budaya RRI Pro4 Banjarmasin pada 2 Agustus 2026 menghadirkan empat narasumber dari Komunitas Suluh Banua untuk membahas isu ini secara mendalam.
  • Perilaku menggunakan gawai saat berkendara mencakup membuka pesan, menerima telepon, melihat media sosial, dan membuat konten yang masih sering dianggap sebagai hal biasa oleh para pengendara.

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Penggunaan gawai atau handphone dan kebiasaan merokok saat berada di jalan raya masih menjadi pemandangan yang cukup sering dijumpai. Padahal, kedua kebiasaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan pribadi, tetapi juga menyangkut keselamatan, ketertiban, dan etika dalam menggunakan ruang publik.

Dalam program Ragam Budaya RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu, 2 Agustus 2026, A. Ruzaini, S.Pd., Ibrahim, S.H., M. Rafi, dan Ahmad Sufi dari Komunitas Suluh Banua membahas kebiasaan menggunakan gawai dan merokok di jalan raya. Perilaku tersebut menjadi perhatian karena masih kerap dianggap sebagai hal biasa, termasuk ketika pengendara membuka pesan, menerima telepon, melihat media sosial, hingga membuat konten saat kendaraan sedang bergerak.

Ibrahim menyampaikan bahwa penggunaan gawai saat berkendara dapat mengalihkan perhatian pengendara dari kondisi jalan. Dalam beberapa detik saja, seseorang dapat kehilangan fokus terhadap kendaraan di depan, pejalan kaki, maupun situasi lalu lintas yang berubah secara tiba-tiba.

“Hal serupa juga terjadi pada kebiasaan merokok sambil berkendara,” ujar Ruzaini. “Selain dapat mengurangi konsentrasi, abu atau bara rokok yang terbang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.”

Menurutnya, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dapat mengotori lingkungan. Puntung rokok juga berpotensi menimbulkan bahaya.

Sementara itu, M. Rafi mengatakan persoalan ini menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tentang memahami aturan, tetapi juga membangun budaya saling menghargai. Jalan raya merupakan ruang bersama yang digunakan oleh berbagai kalangan sehingga setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.

“Pendidikan dan keteladanan juga menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku masyarakat,” ujar Sufi menambahkan. “Kesadaran untuk tidak menggunakan gawai ketika berkendara, tidak merokok sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok ke jalan perlu dibangun mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat hingga generasi muda.”

Masyarakat diajak melihat bahwa budaya tertib di jalan raya sebenarnya dimulai dari kebiasaan sederhana. Menjaga fokus, mematuhi aturan, dan menghargai pengguna jalan lainnya bukan hanya bentuk kepatuhan, tetapi juga cerminan budaya masyarakat yang peduli terhadap keselamatan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....