Budaya Banjar Ajarkan Kerja Keras dan Tanggung Jawab

  • 21 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Nilai-nilai budaya Banjar dinilai masih relevan diterapkan di tengah perkembangan dunia kerja modern saat ini. Berbagai falsafah hidup masyarakat Banjar bahkan dapat menjadi fondasi dalam membentuk karakter pekerja yang tangguh dan bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Diana Hayati, S.E., M.M. dalam acara Ragam Budaya bersama IKASBA di RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 20 Juli 2026. Sebagai dosen aktif di STIENAS Banjarmasin, ia menilai kearifan lokal Banjar memiliki pengaruh positif terhadap etos kerja dan perilaku profesional.

“Di tengah tuntutan kerja modern sekarang, budaya lokal adalah fondasi penting dalam membangun karakter-karakter baik seseorang,” ujar Diana Hayati. “Nilai budaya yang diwariskan leluhur tetap relevan untuk menghadapi berbagai tantangan pekerjaan saat ini.”

Ia menjelaskan bahwa budaya Banjar mengandung nilai kerja keras, ketekunan, kerja sama, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai falsafah hidup yang telah lama dikenal masyarakat Banjar.

“Nilai budaya Banjar itu membentuk pribadi yang rajin, bertanggung jawab, dan pantang menyerah menghadapi tantangan, begitupun dalam dunia kerja,” ujarnya. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mencapai keberhasilan dalam pekerjaan.

Diana Hayati menambahkan bahwa falsafah cangkal mengajarkan sikap rajin dan tekun dalam bekerja. Sementara gawi manuntung mengajarkan pentingnya menyelesaikan pekerjaan dengan baik hingga tuntas.

Adapun falsafah waja sampai kaputing menjadi simbol kegigihan dan konsistensi dalam mencapai tujuan. Nilai tersebut mengajarkan seseorang untuk tidak mudah menyerah sebelum target yang diinginkan dapat tercapai.

Menurutnya, budaya Banjar tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga pedoman dalam bersikap di lingkungan kerja. Masyarakat Banjar juga diajarkan nilai rakat badingsanak dan barelaan yang menumbuhkan sikap saling menghormati serta memaafkan.

“Selain bekerja dengan sungguh-sungguh, orang Banjar juga diajarkan untuk menghormati sesama,” katanya. “Jika ini terus dipraktikkan, maka lingkungan kerja akan lebih harmonis.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....